Month: July 2015

Semacam Dillema

Assalamualaikum, saudara-saudaraku yang kusayang ^^

Tiap kali nulis sesuatu yang baru pasti akan dimulai dengan kalimat, “maap yak udah lama banget nggak update, blog ini berasa semacam gudang bersarang laba-laba saking nggak pernah dikunjungi lagi” hehehehe… Ya begitulah.

Nggak akan membela diri dengan berbagai macam alasan yang mengambinghitamkan Aisha, karena dia nggak berhak disalahkan. Akunya yang males, jadi ya, no excuse, so sorry my bad, ehe…

Ini ceritanya mumpung lagi nggak males, sedang ingin membuka-buka jadinya sekalian aja update buat menulis sesuatu.

Maaf yang kedua aku tujukan sama teman-teman yang mengirimkan naskahnya ke missdistadee@gmail, aduh maaaaaaf banget ya sampai sekarang belum membalas email kamu. Semua naskah sudah kubaca, cuma belum sempat aku review seluruhnya (kalau ini bukan excuse). Review itu butuh waktu yang lebih lama dan fokus, sementara bisa duduk sedikit agak lama depan komputer cuma pas malam hari, itu pun sudah ngantuk-ngantuk… jadi baru review dikit, udah close aja, bubuk. Aku akan berusaha untuk mereview dan membalas email kamu satu persatu, tapi kalau dirasa udah telat ya maap yak, hehehe…

.

.

—————–

Jadi ini ceritanya, kenapa aku tiba-tiba update blog malam-malam begini adalah…

Sebenarnya sudah agak lama ingin mengklarifikasi, aduh aku mah apa sok artis bener, hehehe… eniwei, atau apalah ini istilahnya. Beberapa bulan ini sering dapet pesan dan email yang menanyakan tentang ke mana aja serial fanfiction yang pernah aku unggah di blog saladbowl, atau apakah masih bisa dibaca yang sudah pada dihapus itu.

Maaf banget karena jawabannya adalah tidak ya, temans, yang sudah dihapus nggak akan diunggah lagi atau dibaca lagi oleh khalayak maupun personal. See, kalian mungkin bertanya-tanya kenapa aku menghapus semua fanfictionku dulu—iya, mungkin—dan di posting pengumuman sebelumnya aku bilang suatu saat nanti aku akan kasih tahu alasannya. Maka kurasa sudah waktunya kuberi tahu, jadiii… mari kita tarik napas dulu, dan mengheningkan cipta sebentar.

.

Ada beberapa alasan yang membuatku memutuskan menarik hampir semua tulisanku dari peredaran.

Yang pertama, dan yang paling utama adalah beban moral. Jujur aja, dan sekali lagi, aku ingin meminta maaf pada semua pembaca yang pernah membaca tulisanku sejak karya pertamaku dulu. Dari lubuk hati yang terdalam, dan penyesalan yang besar (dan ini bukan sesuatu yang hiperbolis) karena tulisanku menyesatkan kalian. Semakin lama, aku sempat merasa semakin memiliki beban moral karena secara nggak langsung ngajarin yang enggak-enggak di dalam tulisanku itu. Fanfiction yang kebanyakan temanya romansa, dengan bumbu-bumbu yang, maaf, berbau maksiat dan bikin penyakit hati dan pikiran bagi yang membaca.

Di saat aku banyak menulis artikel dan himbauan untuk menyaring gaya bahasa dalam tulisan dan mengampanyekan fiksi yang cerdas dan mendidik, rasanya ironis kalau aku–yang berkoar-koar–malah menyuguhkan cerita yang merusak akhlak anak-anak muda. Jadi, lagi-lagi, aku minta maaf bagi semua pembaca yang pernah membaca tulisanku, karena telah membiarkan kalian berzina pikiran dengan imajinasi liar yang kusajikan, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua.

Kalau ditanya apakah aku nggak kangen sama fanfiction-fanfictionku dulu, tentu saja jawabannya kangen banget. Aku kangen Han Jo, Choi Hyunji,  Han Soojung dan seluruh karakterku, juga cerita-cerita yang pernah mengisi hari-hariku dulu sama kamu semua. Nggak jarang, bahkan seringkali, ketika salah satu di antara kamu minta aku buat republish lagi fanfictionku dulu, atau mengirimkan file pdf untuk konsumsi pribadi, aku tergoda buat upload atau kirim. Tapi kalau aku lakuin itu, dan nurutin kalian, you’ll be happy, but  I’ll be mati sendiri. You suka, I yang dosa.

Bukan berarti aku nggak akan nulis lagi sih, masya Allah, aku kangen banget ingin nulis lagi. Tapi percayalah, lama banget nggak nulis bikin otakku tumpul. Aku merasa sangat bodoh sekarang, jadi tolong kasih aku waktu buat belajar lagi dan berlatih lagi. Insya Allah aku akan nulis dan memberi kalian sebuah bacaan yang jauh lebih bermanfaat. Sebuah bacaan yang kuharap bisa lebih mencerdaskan bangsa, hihi…

Yang kedua dan lainnya macam remah-remah masalah nggak penting tapi nyebelin gitu deh. Aku risih dimention dan dikejar anak-anak yang minta password, padahal belum umurnya. Yang begini juga malah jadi dosa, karena secara nggak langsung aku bikin beberapa oknum berbohong, memalsukan umur biar bisa baca yang seharusnya nggak mereka baca. Bull to the s**t deh kalau penyaringan umur bisa jadi meminimalisir kebobrokan moral di dunia fiksi online. Anak-anak jaman sekarang itu pintar memintari, cuma sayangnya, kepintaran mereka tidak berbanding lurus dalam menyikapi perkembangan teknologi yang modern.

Yang terakhir, intinya, kita semua pernah berada dalam masa jahil. Tapi dalam proses kehidupan, tiap orang ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Mari kita sama-sama menghargai proses itu, dan semoga Allah merahmati keikhlasan hijrah kita ini.

Selanjutnya, kalau ada yang mau ngobrol soal tulis-menulis, silakan line aku di *distadee*. Aku bukan orang yang smiley sweety, jadi jangan tersinggung kalo obrolan kita nggak pake banyak stiker Moon sama Cony dan Brown (apalagi Syahrini). Jadi ya maap, bukannya nggak ramah atau sombong, tapi aku memang begitu… ehe…

Terus, kalo ada kekecewaan yang mau disampaikan bisa langsung line aku juga, nggak perlu kirim hate message anon di ask.fm. Kita mah fair aja, kritik biasa ada disampaikan, selama itu berada dalam konteks tulis menulis.

You don’t know who I am, you never even met me like we’re hanging out as friends, so you have no right to judge me or anyone like a God. Fair game.

Yip! Yip! 🙂