Goodbye, McDreamy…

Bagi penggemar serial Grey’s Anatomy, pasti udah nggak asing lagi sama sebutan ini. Yaah… pasti sedikit banyak juga jadi salah satu alasan yang bikin kita setia nungguin episode terbaru selama 10 tahun ini sampe 11 seasonnya. So, dari judulnya aja udah spoiler banget ini postnya, jadi bagi yang belum nonton, kukasih tau dari awal aja kalau post ini bakal mengandung spoiler gila-gilaan hahahaha… (ya gitu deh pokoknya).

lama nggak update, nggak enak juga tiba-tiba datang bawa cerita sedih. tapi ya mau gimana lagi, hati ini sedang nggak bisa dibendung, pengennya curhat mulu… tapi kalo curhat sama suami, dia juga nggak bakal ngerti… bleh. Siapa tau pembaca di sini ada yang ngikutin GA aja, dan kebetulan adalah pecinta si papa keren bermata teduh ini, mari kita bermehek-mehek bersama.

Tarik napas dulu deh…

IYAAAAA….. AKU SEDIH DEREK MATIIIII… IH SEBEL.

Dari liat ending di episode 20 sebenernya perasaan udah nggak enak aja, tapi antara yakin nggak yakin soalnya kan Derek itu main cast, jadi nggak mungkin ‘dibunuh’ begitu aja sama Shonda.

Ternyata aku salah….

Pertama kali baca spoiler dari artikel di fesbuk langsung jeglek ngeliat keputusannya. I mean, OMG it’s Derek, yang dari episode 1 nggak pernah absen selama 11 season. Rasanya gedeg plus plus, antara nggak terima dan ngenes banget. Ternyata setelah ditelusuri, alasan kenapa Derek ini harus mati adalah gara-gara tim GA udah mulai males sama Patrick Dempsey yang play diva selama syuting. Dan selama ini kalo ngeliat track recordnya, Shonda emang nggak main-main sama para castnya, kalo udah nggak cocok dia nggak segan aja buat ‘mecat’ mereka. Izzy pernah hampir mati juga, sampe akhirnya dia out alive. Burke pun gitu… Sepertinya signifikansi keberadaan Derek memang terlalu gede hanya untuk diusir aja, jadi mau nggak mau dia harus out dead. Hiks….

Why… Oom Dempsey, why you so iyes banget jadi aktor femes nan mahal… Penggemar kan yang terluka… T______T

Sudah berniat menahan emosi sebenernya pas nonton episode 21 itu, sudah sempat bebal juga. Tapi emang resek, tetiba lagu Chasing Cars diputer, ambyar lah sudah perasaan ini. Mana diputer dua kali di episode 22 juga,  mewek lah jadinya… After effectnya itu kerasa dalem banget buat yang ditinggalkan. Dari ngeliat Callie Torres nangis pas keingetan Derek, terus Amelia yang sok tegar sampai akhirnya ambruk juga di bagian akhir, ditambah lagi Meredith yang emotionless. Ngenesnya itu karena seluruh perasaan Meredith yang nggak tertumpahkan digantikan sama kejadian dan scene demi scene yang sama persis pernah terjadi sama ibunya. Kalimat-kalimat Ellis, beberapa hal yang dia lakuin menjadi substitusi kekosongan emosi yang nggak diperlihatkan sama Meredith, dan itu rasanya jauuuuuh lebih menyedihkan lagi…. #ambyarbagian2

Nggak ngerti deh gimana jadinya GA ini ntar. Nggak ada Cristina Yang aja rasanya udah kayak banyak yang hilang, apalagi nggak ada Derek. Meski di akhir episode 22 (yang durasinya 2x dari episode biasanya) ini Meredith seolah membuat perjanjian sama dirinya sendiri kalau dia akan berusaha move on, aku bener-bener nggak tau bakal mau dibuat kayak apa kehidupan barunya nanti.

Dem! She moves on her life as a widow with two growing kids and a newborn baby girl…. #ambyarbagian3

Yaudah deh, apa mau dikata… Lengkap suda lah. Dari Lexi, Mark, Cristina, terus sekarang Derek. Byebye satu persatu my fave cast, you’ll always be missed. >.<

“Derek, It’s okay. You go. We’ll be fine.”

derek4

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s