Fanfic Review : The Story Before

.

If your intentions are pure, I’m seeking a friend for the end of the world.

(Preaching The End of The World – Chris Cornell)

.

Di Saladbowldetrois, ada penulis yang kusebut sebagai pakarnya Kris Wu: theboleroo.

Mbak yang satu ini mengaku sebagai ultimate fangirlnya mas Kris, dan yang bikin aku salut adalah, kesetiannya tak tergoyahkan meski topan dan badai menerjang habis image makhluk galaxy yang satu itu. LOL.

Baiklah, elaborasi: Sudah jadi rahasia umum kalau berakhirnya EXO SHOWTIME juga menjadi penanda berakhirnya rezim ‘keagungan’ Kris di mata para penggemarnya, yang dulu sangat mengelu-elukan betapa cool dan divine-nya karisma dia. Ketika karakter 4Dnya mengudara di satelit TV ke seluruh dunia, yang tersisa dari mas Laxy ini hanyalah serpihan keidiotan plus kesan ‘mas-mas-super-absurd-yang-untungnya-ganteng’.

Dan theboleroo, adalah satu-satunya penulis fanfic bahasa yang berhasil bikin aku klepek-klepek, meringis dan ngikik nggak jelas membayangkan visualisasi sosok Kris Wu di tiap tulisannya, setelah jadi salah satu korban SHOWTIME Aftermath.

Balik ke fanficnya sendiri, The Story Before Series ini bercerita tentang OTP sejati andalan theboleroo, Kris dan juga Jill, my fave too! ~♥

Jill diceritakan sebagai seorang desainer fesyen muda yang hidup sendiri di apartemen kecilnya yang homey. Typical wanita sexy, free and single gitu deh pokoknya. Sementara Kris di sini sebagai seorang copywriter berbakat, gila kerja, si ganteng berambut coklat anak kesayangan mommy, yang baru pindah ke apartemen Jill, dan punya gramophone di rumahnya (iya! ini informasi penting!).

FF ini bercerita tentang beberapa babak kehidupan Jill dan Kris, dengan segala kesibukan mereka, keseharian mereka, tentang keluarga, hingga konflik pribadi yang akhirnya mempertemukan keduanya—para high quality jomblo yang sedang mencari pasangan hidup.

Sebenarnya, kayaknya udah cukup lama aku ngerasa excited saat membaca ff series. Terakhir kali aku se-excited ini adalah ketika baca Guangzhou, the Unexpected You tulisannya Ukwonism. Aku suka banget baca TSB ini, dari awal, sampai ke akhir.

Yang pertama, dari deretan karakternya sendiri. Selain Jill dan Kris, juga tersebut di sini adalah Luhan dan CL aka Lee Chaerin. Luhan disebut sebagai sahabat dekatnya Jill, sementara CL ini kolega dan juga teman dekat Kris di kantor. Lalu termasuk juga para karakter pendukung yang bikin ff ini makin rame, Chanyeol dan juga Baekhyun!😀

I love them all. Porsi penempatan mereka sangat pas, tiap tokoh dan pengkarakterisasiannya—dari Jill, Kris, bahkan sampai Chanyeol yang bener-bener bikin gemes dan pengen uyel-uyel dia macam fur-ball, hehe. Persahabatan Luhan dan Jill bikin aku iri berat, I mean, I know, hubungan mereka tipikal persahabatan yang sering banget diceritakan di kisah fiksi-fiksi romance ala second-base friendship, tapi nggak seperti kebanyakan interaksinya masih tergolong realistis yet intense di saat yang sama.

Hal yang sama juga berlaku buat Kris-CL. Oke, kalau yang ini aku agak bias ya. Secara aku Kris-CL shipper garis keras, jadi aku harus bilang, AKU SUKA BANGET TIAP INTERAKSI MEREKA BERDUA YANG TERTULIS DI FF INI HAHAHAHAHAHAHA… Lepas dari bahwa kenyataannya mereka memang semacam crack-couple yang nggak akan mungkin pernah terjadi di dunia nyata, tapi Kris-CL ini sesungguhnya adalah ladang inspirasi bagi para penulis ff macam aku, LOL.

Terus yang kedua, ini juga yang selalu jadi poin plus favoritku tiap baca tulisannya theboleroo. Adalah deretan lagu-lagu baru yang selalu dia kasih, dan jadi penunjang utama yang membetuk karakter tiap tokohnya. I strongly believe, bahwa seseorang merupakan cerminan dari musik apa yang mereka dengar. Dan tepatnya, inilah yang kulihat dari sosok Jill dan juga Kris dalam ff ini. Aku nggak bisa menjelaskannya dengan jabaran deskripsi, maunya kayak gimana ini penjabaranku, yang jelas pokoknya ini semacam ciri khas. Karakter ‘yang kayak gitu’ hanya ada di Jill dan Kris, karena mereka mendengarkan ‘musik-musik itu’. Ya, pokoknya gitu deh.

Musik-musik semacam Chris Cornell—yang petikan lirik lagunya kutulis di atas, dan yang juga merupakan subjudul chapter ke-2 di serial ini—atau the Who, dan juga yang lainnya, bikin wawasan musikku makin bertambah. This is what I love about mbak boleroo, hihihihi…

Tiap adegannya, dibagi dan ditulis dalam dua POV juga sangat menarik karena akhirnya tiap chapternya membahas kehidupan pribadi Kris dan Jill secara menyeluruh. Di situ kita dibawa untuk mengenal semakin dekat siapa mereka, dan menyelami semakin dalam apa-apa yang ada di dalam kepala mereka. Menurutku ini adalah salah satu kait yang ampuh banget buat mancing pembaca. Idenya brilian!

Yang membuat aku sedikit terganggu mungkin ada dua. Yang pertama adalah kemunculan Siwon yang ‘entah deh maunya apa, pentingnya juga apa’ yang out of place, tapi sebenarnya juga jadi katalis yang cukup penting sebagai pemicu konflik. Nggak ada Siwon, Jill sama Kris nggak bakal ketemu langsung. Tapi kalo ada Siwon, perannya mengganggu banget, LOL. Atau mungkin karena aku terlalu bias kali yes sama Siwon, jadi semacam nggak terima sama cast dia di sini, hahahahahaha!

Dari semuanya, aku suka. Seperti yang sudah kubilang di awal review ini, aku suka dari awal sampai akhir. Dari pemilihan opening di tiap chapter, yang menurutku itu dapet banget hooknya. Dan opening semacam ini adalah macam opening yang adiktif, yang membuat para pembacanya jadi penasaran dan selalu ingin membaca terus apa yang akan terjadi selanjutnya meski saat baca ngantuknya udah pol-polan, hehehehe.

Endingnya pun menarik. Ditutup dengan sebuah percakapan yang pada akhirnya bikin kita bertanya-tanya apa yang akan terjadi nanti? Terus mereka gimana? Terus ada apa lagi? dan terus begitu, hingga akhirnya serangkaian adegan bermunculan di dalam kepala untuk melanjutkan kisah-kisah mereka yang belum terselesaikan.

Dan ini yang membawa kita ke poin ke-dua.

Sebenarnya aku aku agak kaget ketika theboleroo menulis side story Cass untuk melanjutkan ending sebelumnya. I mean, I don’t hate it, tapi aku memang sempat ‘WHAT FOR???’ hahahahaha…

Ini hanya pendapat pribadi aja sih, karena kurasa aku tipe penulis yang ‘kalo udah ya udah, cerita satu tamat bikin lagi yang baru, nggak usah pake sequel, blablabla’ … oke, pengecualian dengan LC, my bad there. Intinya adalah ini yang kubilang gimana seorang penulis harus tegas sama apa yang dia tulis dan nggak mudah terpengaruh sama pembaca. Jadinya aku memang agak sedikit kecewa ketika muncul tambahan setelah akhir TSB yang menurutku udah sempurna bingits!!

But then again, kecewanya ya hanya sedikit. Terutama setelah nggak lama kemudian muncul side story Cass #2 yang ditulis sama OpatHebat, dua side story ini jadi semacam optional ending buat para shipper masing-masing. Kamu yang lebih suka Kris-Jill bisa baca Cass#1, atau Kris-CL shipper silakan menggila di Cass#2. Dan untuk selanjutnya, kuharap TSB udah bener-bener “FIN” sampai di sini aja, cukup sudah gagal move-on-nya, nggak perlu dilanjutin lagi. Hahahahahahaha…😄

Akuuuuuu… menantikan kisah-kisah Kris-Jill lainnya dari theboleroo. Cuma dia yang bisa menyelamatkan Kris di saladbowl untuk saat ini, dan karya dia akan selalu kutunggu.

Yakali dia mau nulis tentang Jill-Luhan gitu? haha!

.

The Story Before

(complete)

People ProblemsPreaching the End of the World | Interaction | Hi, Jill [END] |

*Side story : Cass’s | Cass’s #2

Library

5 comments

  1. Seumur-umur bikin cerita, baru deh dibikinin review kayak gini. Mana sama kak dista lagi… bisa apa aku orang T,T aku seneng banget hahaha dan cengengesan sepanjang baca postingan ini, norak sekali emang LOL intinya aku seneng banget, makasih ya kak❤
    lalu soal anu… ng, side story ehehehe aku sudah bertekad mengakhiri cerita sama sana (nunjuk cass's #1) aku gakan melanjutkannya lagi karena aku yakin gabakal seru hahaha

    "seorang penulis harus tegas sama apa yang dia tulis dan nggak mudah terpengaruh sama pembaca."

    aku setuju banget sama kalimat ini dan untuk kedepannya kalo aku bikin ff series lagi, aku akan belajar untuk seperti ini. ah, sungguh kak, aku ini tipe orang yang gak tega kalo liat orang kebingungan, dan jujur aku juga bingung sama reaksi kakak atas ending TSB, di saat kebanyakan orang merengek-rengek minta sequel dan bilang cerita itu gantung, kakak justru bilang puas dengan endingnya. jujur dari situ agak sedikit lega, meski sedikit gatel juga pengen lanjut dan terciptalah side story itu LOL

    sekali lagi, makasih ya kak dista😀

    1. aku juga pernah sih nis kayak gitu pas jaman garap LC dulu, karena susah move on sama cerita dan para karakternya bawaannya pengen bikin side story terus… habis itu diomelin opat, hahahahahaha!
      tapi memang harus disiplin sih, biar kualitas cerita yg kita tulis tetap terjaga dengan keekslusifan plot utamanya hehehehe

      eh, ditunggu rikues Kris-CLkuuuuuuuuu!!! muah! muah!!

  2. Lagi ngubek2 blognya kak Dista eh ketemu reiew TSB.
    Aku juga sukaTSB kak, kisah mereka bikin aku kecanduan.. oke, aku emg uda ngefans sama Kris dr 54f hingga sekarang.
    Aku dukung Jill dan Kris, go go go..
    Kak boleroo, bikin kelanjutan kisah mereka ya .. hihi^^

  3. Halo mba Dista apa kbr? You have twins kid? 😀
    Berasa aku msh jln ditempat krn msh sibuk sm dunia “fangirling” , i’m little bit jealous with you, hehe… Sorry OOT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s