Fanfiction: fiction, genre and length

Mari kita bicara lagi tentang fanfiction.

Sekitar setahun yang lalu, ada seorang pembaca yang bertanya: Kak, apa sih bedanya fanfiction sama fiction?

Maka jawabannya adalah: fanfiction itu adalah bagian dari fiction (fiksi).

Lalu apa sih fiksi itu?

Sebelum aku menjawabnya, aku ingin memberitahu bahwa kita akan membahas tentang beberapa hal yang berkaitan dengan fiksi—fanfiction lebih tepatnya. Dan aku dibantu oleh wikipedia.en dalam mengutarakan beberapa penjelasan yang akan kalian baca, juga artikel-artikel lainnya yang menunjang.

Karena aku sudah pernah bicara tentang klasifikasi fanfiction dalam dunia fiksi, maka untuk memperuncing bacaan, aku hanya akan membahas tentang genre (kategori) dan panjang pendeknya tulisan dalam fanfiction. So, here we go.

Fiksi, penjelasan tersederhana dari yang kudapat dari wikipedia adalah karya yang berhubungan—sebagian atau seluruhnya—dengan informasi atau kejadian yang tidak nyata/imajiner yang diciptakan oleh penulis.

Bila kita bicara tentang fiksi, maka yang ada di kepala kita adalah novel dan cerita pendek. Tapi sebenarnya fiksi itu juga bisa merujuk pada karya teater/drama, sinematik/film, atau musik. Fiksi berbeda dengan non-fiksi, yang berhubungan secara eksklusif dengan fakta (atau setidaknya diasumsikan faktual) peristiwa, deskripsi, observasi, dan lainnya.

Fiksi memiliki tiga elemen utama: jalan cerita, karakter dan tempat atau latar belakang. (Morrell 2006, p. 151)

Dan fanfiction, atau fiksi penggemar, bisa dikatakan sebagai variasi dari fiksi itu sendiri. Yang membuat fiksi penggemar ini tipikal, hanyalah elemen-elemen yang ada di dalamnya, seperti canon, pairing, dll. Kamu bisa baca di artikel tautan di atas untuk membaca lebih jauh tentang fanfiction.

Genre dan Length (atau panjang-pendeknya tulisan) dan fanfiction sebenarnya nggak berbeda dengan apa yang ada di original fiction. Meski memang beberapa istilah seperti drabble, ficlet dan vignette itu cenderung lebih populer dalam dunia fanfiction.

Drabble

Drabble adalah tulisan yang amat sangat pendek dengan jumlah kata maksimal 100[1]. Tujuan ditulisnya drabble ini sebenarnya untuk menguji kemampuan penulis dalam mengekspresikan ide-ide mereka yang bermakna dalam ruang yang sangat terbatas.

Aku sering banget ngeliat beberapa blog penulis memberikan label [drabble] dalam tulisan mereka, tapi ternyata panjang banget. Itu bukan drabble yah, kategorinya jelas berbeda. Selebihnya tentang drabble bisa kamu baca di sini.

Ficlet

Di urbandictionary, ficlet didefinisikan sebagai tulisan singkat sekali baca (oneshot) yang panjangnya kurang dari 1024 kata (terus terang aja aku nggak ngerti kenapa harus 1024). Sementara di fanlore, ficlet disebut memiliki panjang di bawah 1000 kata. Ficlet ini biasa dipakai dalam dunia penulisan fanfiction dan original fiction. Kadang para penulis memang suka menyebut ficlet sebagai drabble karena pendeknya tulisan, tapi dengan jumlah kata yang nggak harus tepat 100—lebih sih sebenarnya.

Jadi untuk lebih mudahnya, kita sebut aja ficlet sebagai tulisan yang panjangnya antara 100-1000 kata, hehehehe….

Oneshot

Cerita sepanjang satu chapter. Biasa juga disebut cerita pendek.

Vignette

Dalam dunia teaterikal, cerita sketsa dan puisi, vignette bisa didefinisikan sebagai sebuah adegan deskriptif pendek yang fokusnya berada pada satu moment yang memberikan kesan tertentu pada sebuah karakter, ide, latar belakang atau objek[1].

Vignette tidak memiliki plot yang akan menjadikannya sebuah cerita yang utuh, tapi menjelaskan sesuatu tentang elemen-elemen dalam sebuah cerita tertentu. Biasanya yang dijelaskan di sana adalah karakternya, mood atau tone sebuah cerita.

(Menurut Literary Terms & Poetry Glossary yang dikutip dari cliff’s note, tone adalah “cara seorang penulis menyatakan sikapnya, intonasi suara yang mengekspresikan makna dalam cerita yang ia tuliskan. Tone digambarkan dengan kata sifat (adjectives), dan kemungkinan-kemungkinan lainnya yang hampir tak terbatas (seperti pemilihan diksi). Seringkali kata sifat tunggal tidak akan cukup, dan tone ini dapat berubah dari bab ke bab atau bahkan baris ke baris. Tone adalah hasil dari kiasan, diksi, bahasa kiasan, perumpamaan, ironi, simbol, sintaks, gaya, dan sebagainya.”)

Vignette bisa memiliki tema atau ide sendiri yang penulisnya tuliskan, ditulis dalam bentuk deskripsi tentang adegan atau karakter yang penting dalam ceritanya.

Ini contoh vignette, diambil dari karya Edward Caswall yang judulnya “Petting Young Lady”:

Her favorite term for expressing intense admiration is ‘little.’ Thus if she sees a hose which pleases her, she instantly cries out ‘What a dear little horse!’ although the horse be as big as a hay-stack.

Flash Fiction

Seperti cerita pendek dalam fiksi, flash fiction ini bisa dibilang sebagai gaya sebuah fiksi yang dituliskan dengan sangat pendek. Menutut wikipedia, tidak ada definisi tertentu akan panjangnya kategori ini. Beberapa kalangan tertentu menjelaskan bahwa flash fiction ini ditulis sebanyak hanya tiga ratus kata, sementara yang lain mengatakan flash fiction bisa ditulis hingga seribu kata[1].

Dari writing center di Richmond University, menjelaskan bahwa flash fiction (juga disebut micro fiction, sudden fiction, atau short short stories) mengacu pada cerita-cerita fiksi yang panjangnya sekitar 700 kata atau kurang. Standar kualifikasi untuk flash fiction bervariasi dalam penulisannya, dengan beberapa pengaturan menyebutkan bahwa jumlah kata maksimumnya paling sedikit 150 dan lainnya bisa menaikkannya sampai 1000, tapi jumlah kata yang tepat tidak begitu jadi masalah.

Tidak seperti vignette, flash fiction mengandung unsur-unsur cerita klasik: protagonis, konflik, hambatan atau komplikasi, dan resolusi. Namun, tidak seperti cerita pendek tradisional, panjang kata yang terbatas sering memaksa beberapa elemen-elemen ini tetap tidak tertulis— biasanya hanya mengisyaratkan atau tersirat dalam alur cerita yang ditulis. Pembaca yang berbeda memungkinkan mereka untuk memiliki interpretasi yang berbeda pula.

Kumpulan flash fiction favoritku dulu sering dituliskan oleh Hilda, kamu bisa cek blognya di sini.

 .

Seperti beberapa penjelasan tentang length, atau panjang sebuah karya, genre dalam fanfiction juga nggak berbeda seperti fiksi lainnya. Ada romance, humor, angst, family dan lain-lainnya. Beberapa penjelasan tentang genre di bawah ini aku ambil dari forum fanfiction.net oleh Yuli Ban:

Hurt/Comfort umumnya bercerita cerita tentang karakter yang mengalami peristiwa tragis, dan ada orang lain yang hadir untuk menghibur mereka. Ini berbeda dari cerita tragedi karena dalam cerita Hurt/Comfort ceritanya cenderung berakhir positif atau netral.

Angst biasanya dikaitkan keadaan seorang karakter tidak bisa berhenti mencemaskan hal-hal yang akan datang, sementara juga di saat yang sama dia jadi menyedihkan. Misalnya dalam cerita angst remaja, di mana remaja merasa tersesat tentang keeksisannya di dunia (biasanya dalam cerita pencarian jati diri), akhir yang tiba-tiba dari masa kecil mereka, dan bagaimana akhirnya hidup mereka akan berlanjut. Kejatuhan mereka telah membuat karakter-karakter ini kehilangan segalanya, tapi dalam suatu kesempatan mereka memiliki saat untuk mendapatkan kembali kesempatannya dengan memulai kisahnya dari awal lagi.

General ini genre yang sangat luas, dan penulis memilih genre hanya ketika mereka tidak dapat menempatkan fiksi mereka ke dalam genre tertentu. Mungkin kisah mereka agak lucu dan agak spiritual, tetapi tidak terlalu berlebihan atau spesifik dalam fokusnya ke dua genre itu, genre-nya ini lebih seperti hal sekunder dari kisah yang sebenarnya. Dalam hal itu, inilah genre General.

Family adalah salah satu genre yang cukup aneh karena dapat melibatkan setiap genre di dalamnya, bisa jadi Tragedy ; seperti versi keluarga dari “General” yang dalam kisahnya tidak ada yang diceritakan secara ekstrim, kecuali bahwa dalam genre Family, kisah tentang keluarga ini diceritakan ke tingkat yang lebih besar. Jika kamu pernah nonton lassic Disney/Pixar Movie, kamu akan tahu bahwa materi Family tidak harus selalu biasa aja atau membosankan, tetapi sebenarnya bisa sangat menakjubkan. Genre ini lebih pada “General” secara keseluruhan.

Jangan bingung soal Friendship dengan Family, meskipun mereka kadang-kadang bisa diceritakan bersama. Friendship bercerita di mana dua teman atau lebih melakukan sesuatu bersama-sama, dan ikatan mereka adalah titik fokus dari cerita tertentu. Atau mungkin alasan fiksi ini dibuat adalah untuk membuat salah satu karakter memahami arti sebenarnya dari persahabatan.

Suspense dan Horror tidak sama. Suspense merupakan tiap fiksi mana sebuah peristiwa membuatmu tetap fokus dan menunggu apa yang terjadi selanjutnya. Horror bisa dibilang sebagai genre di mana perangkat plot yang mengerikan mencoba untuk menakut-nakuti atau membunuh protagonis (atau antagonis) dalam cerita yang ditulis. Contohnya bisa dalam Classic Horror yang melibatkan vampir, manusia serigala, dan yang lainnya, sebuah horor psikologis, dll.

(aku juga pernah membicarakan genre horor ini sama editorku, dan yang membedakannya dengan Suspense atau trhiller. Sebenarnya untuk penjelasan lebih gampang. Cerita horor selalu melibatkan sebuah unsur supranatural, atau kekuatan yang jauh lebih besar dibanding manusia—sesuatu yang nggak bisa dilawan dengan kekuatan manusia aja seperti hantu, dll. Sementara Suspense melibatkan kisah yang menegangkan, manusia vs manusia, jadi bagaimanapun juga masih bisa dilawan dan dikalahkan.)

Action—cukup jelas seperti yang sudah disebut. Perkelahian, orang verus orang/alam/masyarakat adalah fokus dari cerita, dan ada banyak bentuk action yang diceritakan gamblang. Adventure adalah cerita di mana protagonis melalui pengembaraan panjang untuk mengalahkan sang antagonis, dan sangat umum. Action/Adventure adalah genre gabungan versi FFN, tapi tidak setiap cerita dengan tag ini adalah bercerita tentang Action dan Adventure sekaligus.

Humor adalah genre yang pada dasarnya segala sesuatu yang menurut orang lucu.

Romance adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan hubungan seksual (tidak selalu seksual konteks seks, tapi seperti kisah cinta pada seseorang yang spesial, tidak seperti cinta pada keluarga atau persaudaraan) antara dua karakter atau lebih. Smut merupakan bagian dari ini, macam lainnya juga ada yaoi dan yuri.

Drama adalah setiap cerita di mana sebagian besar peristiwa terjadi tanpa humor yang plotnya sangat motivatif. Biasanya berkaitan dengan masalah-masalah yang harus diatasi oleh protagonisnya.

Crime, sekali lagi cukup menjelaskan genrenya. Setiap cerita yang melibatkan kejahatan, tindakan kriminal, atau apa pun dapat diberi label ini.

Mistery tidak selalu sama dengan Crime. Ini adalah setiap cerita di mana sesuatu telah terjadi, dan bahwa protagonis harus memecahkan/mengungkap resistensi mengerikan yang biasanya dikirim oleh antagonis. Apapun itu.

Poetry adalah puisi. Sudah jelas.

Parody adalah setiap cerita, humor atau bukan (walaupun biasanya humor) yang mengolok-olok cerita lain dengan “menceritakan lagi” sebuah cerita/kejadian dengan karakter dan setting tertentu. Semacam cover lagu pun bisa.

Spiritual adalah setiap cerita yang berhubungan dengan kekuatan yang lebih tinggi yang tidak dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Genre semacam ini cenderung religius. Biasanya kisah-kisah Ketuhanan/dewa menjadi ide cerita/tokoh utama, dan tidak ada konflik di antara mereka.

Supernatural tidak sama seperti Spiritual, karena kekuatan yang lebih tinggi dalam cerita ini belum tentu diceritakan sebagai dewa. Hal-hal yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan, tetapi yang mungkin ada masalah dengan si tokoh hero yang mungkin harus dia kalahkan. Middle Earth dalam kisah Lords of the Ring adalah contoh terbesar Supernatural.

Science Fiction adalah genre bandingan Supernatural, di mana hal-hal yang tidak normal bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Science Fiction klasik (seperti Star Wars, Star Trek, Flash Gordon, dan yang lainnya yang melibatkan perjalanan ruang angkasa dan kontak asing dan teknologi canggih digunakan dalam ‘spacey fashion’) dan Cyberpunk Science Fiction (Neuromancer, The Matrix, yang melibatkan teknologi canggih, robot dan peretasan jaringan, dan settingnya pada umumnya di Bumi) adalah bentuk yang paling populer dan paling dikenal dari sci -fi.

Tragedy bukan hanya cerita di mana seseorang meninggal, ini juga cerita di mana sang tokoh hero gagal dalam melakukan misinya. Dengan kata lain, apa yang Hollywood dan Disney tidak percayai—bahwa pahlawan tidak selalu menang, atau pada kenyataannya, tidak pernah menang. Jika protagonis dikalahkan oleh si antagonis pada akhirnya, itu adalah tragedi yang sesungguhnya. Genre ini adalah ketika seseorang yang dekat dengan protagonis mati, dan secara langsung mempengaruhinya hidupnya, dan dia berjuang di sepanjang cerita dramatis yang berakhir secara netral, di mana tidak ada yang menang, atau sebagai sebuah tragedi.

.

Itu tentang hal-hal yang bisa aku jelaskan mengenai genre dan length. Untuk mengenal lebih banyak istilah dalam dunia fanfiction, kamu bisa baca di sini. Semoga bermanfaat.🙂

xoxo.

22 comments

  1. Fanfiction itu pembahasannya panjang dan banyak banget yaa, jadi masih harus sering” baca penjelasan yang seperti ini hehe.
    Makasih banyak ya kak infonya^^
    Oiya, td aku nemu ‘FFN’ itu apa ya?Pernah denger tp sampai sekaranh blm tau jg😀

    1. iya bisa gitu.
      tapi supaya bisa lebih dipahami, as far as I understand it, vignette itu sebuah tulisan deskriptif mengenai apapun, tapi nggak punya plot.

      contohnya seperti bila kamu sedang menjelaskan sebuah produk iklan gitu, itulah yang namanya vignette. Atau artikel-artikel di blog (yg bukan fiksi) itu juga bisa disebut vignette.

      1. oooh ya kak.. i understand it now.. aku suka bingung kalau lagi blogwalking dan menemukan sebuah cerita dengan tag vignette..
        makasih kak sudah banyak membantu…

  2. Annyeooong kak Dista,
    aku seneng banget krn lebih ngerti, aku jg pnh tanya yg hampir serupa di pojok klasik bbrp wkt lalu🙂
    honestly, aku kdng malu sm tulisanku sndiri yg bnyk salah di sana-sini terlebih masalah: genre, lenght atau bnyk lah…
    tp dgn postingan kakak, aku lebih mudah utk belajar dan sgt membantu.
    terima kasih kakak.

  3. em, terima kasih buat postingnya! ((lagi browse kategori fanfic dan nyangkut kesini, jadi harus tetep berterimakasih))
    dan anu, aku mau tanya boleh?._. perbedaan flash fiction sama ficlet apa, ya?._. soalnya kan dijelaskan kalau ficlet itu yang mengandung 100 sampai 1000/1024 words, sedangkan kalau flash fiction itu 150 sampai 1000 words.. nah kalau wordsnya 500 misalkan, itu masuk kategori mana, kak?.-. ((terimakasih lagi, hehehe))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s