Enchanted : Personal Insights

.

Ini jadi semacam sebuah rutinitas saat aku menyelesaikan satu serial fanfiction, dan aku menuliskan beberapa hal yang mungkin belum sempat aku jabarkan—untuk menjelaskan yang tidak jelas, dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat aku jawab di tiap chapternya.

Enchanted berawal dari sebuah ide yang nggak sengaja aku tuliskan untuk proyek ulang tahun Saladbowl bulan November lalu. Konsep proyek blog saat itu adalah gimana 12 author akan menuliskan 12 cerita (dengan kisah yang berbeda) tapi dengan setting yang berurutan setiap bulannya dimulai dari bulan November sampai Oktober—ulang tahun Saladbowl.

Dari hasil undi kebetulan aku dapat giliran pertama, dan aku harus menuliskan sebuah cerita yang berlangsung di bulan November, dengan karakter yang bernama ‘Jo’—kamu mungkin akan melihat semua karakter di proyek kali itu punya nama yang sama hehehehe.

Awalnya, aku berpikir untuk menuliskan sebuah fanfiction berbau medis tentang Jo Wilson, salah satu tokoh favoritku di serial Grey’s Anatomy. Cuma ternyata, setelah berpikir berhari-hari aku nggak dapat ide yang pas buat ceritanya, dan sehari sebelum deadline ide itu datang begitu aja.

Aku nggak begitu ingat gimana tepatnya ide itu datang, tapi kalau aku nggak salah, sepertinya inspirasi datang setelah aku baca satu ff yang ditulis oleh author favoritku di Asianfanfics, Missribbons, yang judulnya White Memento. Fanfiction bercerita tentang seorang ballerina juga, OC dan juga si Jongin, yang merupakan penari terbaik di akademinya. Terus, karena sejak dulu aku memang sangat tertarik dengan ulasan tari klasik, terpikirlah untuk bikin cerita tentang penari ballet, dan mengolaborasikannya dengan jenis tari lain yang nggak kalah populer.

Nggak terpikir sebelumnya untuk bikin Enchanted ini jadi serial. Karena ceritanya berhenti di sana aja. Tapi kelamaan aku jadi berpikir, kok Luhan segitu aja sih, kok dia nggak dikasih line lebih banyak? He deserves his own big entrance! Akhirnya aku bikin deh storyline-nya, dan baru kutuliskan sebulan kemudian.

Ide tari kontemporer muncul setelah aku nonton Step Up Revolution, kamu pasti menyadari gimana aku banyak memakai soundtrack dari film itu di ff ini.😀

Dan para pembaca lamaku pasti sudah bisa ngeliat pattern yang nggak pernah berubah sejak awal aku menulis fanfiction, bahwa aku hanya akan memakai tokoh yang sedang sangat aku suka di saat itu. Dan ya, setelah terbebas dari keodongan Kris Wu yang super duper bikin ilfil itu LOL, akhirnya aku kembali lagi ke Luhan—oke, it sounds funny—dan juga Jongin.

Baru mulai menyukai interaksi duo KaiLu ini belakangan sejak Wolf keluar, dan baru menyadari kalau ternyata mereka adalah si kembar kloning dalam legenda EXO Planetnya, dan juga visual di grupnya masing-masing. Dan aku tahu udah banyak banget FF yang masangin mereka buat jadi rival, tapi itu nggak bikin aku berhenti untuk nggak masangin mereka juga akhirnya, hehehe… They look good together, as a rival, I mean, and there it goes.

Sebenernya ada fanfic di AFF paling utama yang bikin aku jadi pengen banget bikin cerita tentang Luhan yang dikhianati, cuma aku nggak bisa sebut judul FFnya di sini karena ratingnya M. Aku hanya bisa bilang bahwa cerita itu adalah FF yang paling aku suka di AFF, karena konflik dan penyelesaiannya sangat oke. Cuma bedanya, di FF itu rival Luhan bukan Jongin, tapi Sehun hehehehe.

Membahas tentang dunia tari bukan sesuatu yang pernah aku lakukan sebelumnya, tapi ini adalah salah satu topik yang paling aku suka dari dunia seni. Dan sejak baca Heartstrings (karya Missribbons juga) aku jadi kepikiran untuk bikin sebuah cerita tentang Jongin, sang penari, dengan versiku sendiri. Kisah tentang keindahan dia, tentang determinasinya, ambisinya, dan segala macamnya. Dan terciptalah sosok seorang Han Jo sebagai pewarna mimpinya, dan juga Luhan, yang memacu jiwa persaingannya.

Pas awal aku nulis cerita ini, aku pernah melabeli fanfiction ini dengan rating dewasa. I mean, buat aku sendiri, atau kamu yang sudah baca sekian banyak cerita yang kutulis, bahwa I’m not really into skinship. Dan menulis Enchanted merupakan sebuah tantangan, karena seringkali aku harus keluar dari zona nyamanku saat bercerita tentang interaksi antara Jo-Luhan dan juga Jongin-Jo.

Aku ingin menyajikan sebuah tulisan yang berbeda dari sebelumnya, sebuah cerita tentang kehidupan remaja yang impulsif tanpa aku—sebagai penulis—menahan diri untuk membatasi kehidupan mereka dan membiarkan karakter mereka mengalir sebagaimana anak-anak yang dikelilingi dengan lingkungan yang liberal berpikir dan mengambil keputusan untuk tiap pilihan yang mereka buat.

It’s bad, I think, tapi kuharap bukan itu yang menjadi fokus utama pembaca—terutama para remaja tanggung—dan menjadikan intisari dari pesan moral di dalam cerita mereka bertiga sebagai hal utama yang bisa diambil dari kisah ini.

Seperti biasanya, aku akan membahas beberapa poin mengenai Enchanted tentang point of view-ku mengenai cerita dan para karakternya.

1. Han Jo hanyalah gadis biasa yang nggak berbeda dengan anak-anak perempuan yang akan kamu temui di lingkungan pergaulanmu. Kelabilannya sangat normal, dan ini benar-benar terjadi. Beberapa komentar yang menilai Jo sebagai anak perempuan yang ‘nyebelin’ karena nggak tegas, dan bahkan ada yang bilang—sumpah aku ngakak beneran pas baca komen ini—dia gampangan karena ‘nyosor’ sana-sini (Oh God… XD) sepertinya harus lebih banyak bergaul, karena penilaian pribadiku berkata bahwa kelabilan bukanlah sesuatu yang bisa kamu hakimi.

Ini adalah sebuah proses, ketika seorang anak perempuan (dan aku yakin bukan hanya remaja yang mengalaminya) diberi dua pilihan yang tidak mudah. Karena kita nggak bisa memilih pada siapa hati kita jatuh cinta, dan Jo belum terlalu berpengalaman untuk bisa dengan mudah memutuskan pada siapa hatinya lebih condong. Aku berpikir komentar semacam ini dilontarkan oleh orang-orang yang sakit hati karena “Luhan dan Jongin”nya “dipermainkan”, tapi mari kita lupakan sejenak tentang Jongin dan Luhan.

Mari kita lihat perseteruan di dalam hati Jo dari cara pandang yang berbeda. Mari kita pindahkan pergulatannya ke dalam hati kita sendiri—dan lupakan tentang Jongin atau Luhan, bayangkan bila kamu memiliki debar dan perasaan itu pada dua orang yang sama-sama kita sukai, tapi dengan cara yang berbeda.

Aku yakin kalau situasinya saat itu adalah Luhan dan Jongin punya background yang sama, dengan cara mereka menyayangi Jo dengan sama pula, akan lebih mudah buat Jo untuk memilih. Karena dia hanya perlu memilih seseorang yang sudah lebih lama bersama dia. Tapi karena situasinya nggak seperti itu, berbeda pula cara dia menyikapinya.

Dia jatuh cinta, dan itu untuk pertama kalinya. Bayangkan sulitnya bisa mengklasifikasi ketertarikan macam apa yang kamu rasakan pada seseorang, dan membedakannya satu dengan yang lain, hanya agar kamu bisa memantapkan hati. Siapa ingin kamu lebih sukai, siapa yang ingin kau sayangi dengan semestinya. Begitulah situasinya.

2. Luhan bukan laki-laki yang sempurna. Dia memang cerdas—jenius—dan juga ganteng, manly (selama nggak ada hantu XD), atlet, dan juga populer. Sejak awal aku memang ingin menciptakan sosok lovely dan irresistible buat Luhan di Enchanted, but hell, dia jauh dari kata sempurna. Yang paling utama adalah gimana aku harus menegaskan bahwa nggak ada manusia yang sempurna, dan aku selalu berusaha untuk menonjolkan hal ini di setiap tokoh yang aku bikin.

Ya, Luhan memang blablabla, but let’s see. Dia penyakitan, dia luar biasa moody, dan suka menyumpah! hahahaha… Dan yang paling utama, dia cenderung naif. Bayangkan aja, kalau aku suka sama seseorang yang populer di sekolahku, aku akan berharap dia membalas perasaanku, atau nggak sama sekali. Luhan adalah orang yang sangat ramah, kelewat ramah malah. Ini adalah kelebihan dan juga kelemahan terbesarnya sebagai seorang laki-laki.

Jo sering mengeluhkan ini, dan kurasa kamu juga tahu, gimana Luhan nggak tegas sama karakternya. Dia yang tahu kalau dirinya populer, dan menerima semua pemberian anak-anak perempuan yang suka sama dia, tapi nggak ada satupun dari mereka yang dia balas perasaannya. Apalagi itu kalau bukan penjahat wanita? sang Pemberi Harapan Palsu? Dan inilah yang membuat seseorang seperti Lee Chaerin gagal move on setelah bertahun-tahun, dan siapa yang tahu, mungkin masih banyak Lee Chaerin-Lee Chaerin lainnya yang nggak pernah terungkap. Grup kakaotalk tempat Chaerin dapat info tentang Luhan-Jo adalah sarangnya, itu udah jelas.

Dan yang paling parah dari semuanya, adalah fakta bahwa hanya ada Jo di depan matanya. Dan itu yang akhirnya bikin dia nggak peka sama apa yang ada di sekitarnya, sama hati para perempuan lain yang juga mengharapkannya. Saat dia berpikir ini hanyalah sebuah pertemanan biasa, Luhan nggak pernah tahu bahwa sikapnya ternyata memberikan kesan yang berbeda, dan akhirnya menyakiti mereka. Ya, tipe macam itulah dia. For what it’s worth, he’s a beautiful divine pain in the arse.😄

3. Tentang Jongin, yeah well, kamu bisa baca tentang dia di side story Mine. Sebenarnya, side story bagian Jongin ini sudah aku tunggu-tunggu bagiannya. Aku sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari, dan di saat orang-orang mencela ambisi dia akan Jo di main story, aku terus menebak-nebak kira-kira apa kata para pembaca kalau aja mereka tahu yang sebenarnya dari versi ceritanya Jongin. Ya, Jongin yang tahu Jo lebih dulu, dia juga yang menemukannya, dan dia salah satu yang harus kuacungi jempol karena masih memegang prinsip persaudaraan yang pernah dia janjikan sama ibunya bertahun-tahun yang lalu.

Beneran deh ya, kalau dihadapkan sama laki-laki tipe Luhan dan Jongin ini, aku mungkin juga bakal stres jadi Jo. They both love her unconditionally, and they’re inescapably worth to struggle for. …. >.<

4. Ketika bicara tentang Chaerin, semua orang akan bersimpati sama dia. Bahkan mengasihani. Karena pengorbanannya buat Luhan, karena sudah bersedia dijadikan rebound, dan blablabla. But you know what? She’s not that saint actually. Oke, memang sikapnya Luhan yang nggak peka itu sangat disayangkan, tapi aku nggak kasian ngeliat dia seperti itu. I mean, hei, Chaerin tahu jelas apa yang dia lakukan.

Seperti yang sudah diutarakan dalam narasinya, bahwa Chaerin tahu sejak awal kalau Luhan selalu punya Jo, dan akan selalu melihat Jo di manapun dia berada. Chaerin tahu mereka nggak terpisahkan, dan ketika dia dengar tentang putusnya Lu sama Jo, dia tahu perahu macam apa yang akan dia tumpangi.

Yang terjadi sebenarnya, bila kamu bisa melihat dari sisinya Chaerin—dan ini sudah terjabarkan dengan jelas di chapter Rebound—ini hanya semacam sebuah simbiosis mutual, kesepakatan yang nggak tertulis di antara Chaerin dan juga Luhan.

Kurasa orang-orang nggak bisa serta merta menyalahkan Luhan yang menjadikan Chaerin bola umpan, atau memberi Chaerin harapan karena; yang pertama, Luhan nggak pernah sama sekali memberi Chaerin harapan apapun selama sebulan yang singkat itu, dan yang kedua, Chaerin yang pertama kali deketin Luhan.

Nggak bisa dipungkiri bahwa Luhan membutuhkan teman bicara. Karena Minseok nggak selalu ada. Entah di chapter berapa/yang mana, pernah dikatakan kalau setelah Goodbye itu Minseok lebih banyak menghabiskan waktunya sama Jo, karena Luhan nggak mau Jo merasa ditinggalkan oleh salah satu teman terbaiknya setelah kasus mereka.

Chaerin semacam the right person in the right time. Mereka teman SMA, teman dekat Jo, dan pastinya Chaerin lebih ngerti Luhan dibanding teman-temannya yang lain. Jangan hitung Baekhyun dan Chanyeol, karena dalam hal ini mereka nggak bisa diandalkan hahahahaha. Dan di saat yang sama Chaerin pun juga mendapatkan apa yang dia inginkan sejak lama, kesempatan di mana Luhan bisa menatap dia tanpa ditutupi dengan bayang-bayang Jo. They’re cool.

Tapi dari semua yang perlu kamu ingat adalah, jangan pernah mengasihani mereka. Sudah yang namanya keseimbangan dunia bahwa di saat ada yang berbahagia, maka akan ada orang yang menangis sedih di sudut lain sisi dunia. Ketika ada yang baru saja mendapatkan pasangannya kembali, maka ada juga orang yang akan kehilangan salah satu di antara mereka.

Yang paling utama, adalah bagaimana akhir dan nasib mereka adalah bukan untuk dikasihani. Mereka ada agar kita bisa belajar dari apa yang mereka alami, dan nggak jatuh ke lubang yang sama dua kali.

Oh tentang Chaerin dan Chanyeol yang pernah aku sebut terakhir kali ….. yeah, it’s cool if they end up together LOL. Ya, itu terserah kalian deh mau dibikin gimanah, eh, siapa tahu ada yang mau bikinin ff-nya, aku mau banget baca😄

Yang jadi favoritku di sini…… kurasa tiap chapter selalu ada aja yang sangat aku suka, hehehehe…. aku suka membayangkan wajah pagi Luhan habis bangun tidur. Dengan sarang burung di atas kepalanya dan celana Elmo kesayangan dia😄. Lalu rutin practice class-nya Jo, saat mereka menari salsa di El Eructo Feliz, dan juga saat-saat di mana mereka menghabiskan waktunya sama teman-teman mereka.

Beberapa orang di sana sebenarnya sudah saling mengenal bahkan sebelum Enchanted dimulai. Seperti Luhan dan Sehun yang saling kenal pertama kali ketika Luhan ngajakin dia main basket bareng suatu hari di musim panas tahun 2012, atau Seohwa yang sebelumnya juga pernah ketemu sama Minseok sebelum dikenalkan resmi oleh Jo. Hal-hal lainnya, yang mungkin nanti akan kamu baca di Summer Love, spinoff Sehun nanti.

Laluuuuu…. Aku ditanya apa suka dukanya menulis Enchanted. Kurasa sukanya sudah jelas, ketika seorang penulis bisa menuangkan imajinasinya ke dalam sebuah tulisan dan dibaca banyak orang, bonus bila banyak orang juga yang suka, itu melebihi kata sebuah kepuasan. Tiap komentar yang aku terima kubaca dengan seksama, tiap masukan kupertimbangkan, dan banyak yang akhirnya sangat membantu aku untuk menulis cerita ini.

Dukanya adalah, sebenarnya bukan hanya untuk Enchanted, aku selalu merasakan ini tiap kali menulis fanfiction—adalah bagaimana para pembaca seringkali sangat subjektif saat berkomentar. Apa yang mereka tuangkan dalam feedback kadang nggak fokus pada cerita atau karakter, tapi sang selebriti yang mereka temukan di dalam cerita itu sendiri. Bagaimana sebenarnya satu kasus tertentu yang tercela dirasa sangat wajar oleh oknum tertentu hanya karena si selebriti ini yang melakukannya, atau saat mereka membela sesuatu yang seharusnya nggak dibela. Ini juga yang kadang bikin aku jadi malas nulis fanfiction >,<

Tentang hal-hal lainnya, bisa jadi post ini akan ku-update kalau memang ada yang perlu ditambahkan. Kalau ada yang ingin kamu tanyakan, silakan kamu tulis di kotak komentar, aku akan jawab kalau memang ada jawabannya😄

Sekali lagi, terima kasih untuk  semua yang udah ngikutin cerita ini sejak awal. Terima kasih yang sudah memberikan review dan komentar. I’ll be nothing without you, Guys. ~♥

Guess it’s ta-ta for now!

xoxo.

15 comments

  1. oke jelas sejelas”nya..
    tetep ngangenin mereka semua walaupun udah selesai storynya ka…

    belajar dr mana sih ka,, dapetin idenya sedetail itu…
    great story.. great author…🙂

  2. Ini yg sebenernya aku tunggu dr kaka die…aku pengen tahu sudut pandang kak die tentang cerita ini.
    Kaka tuh selalu bisa bikin cerita dengan dasar yang kuat, detail dan pasti ngena banget.
    Ini jd buatku nebak (nebak) klo kak die orang orang yang teguh klo sudah berprinsip dan cerdas.
    Kak die selalu bisa menampilkan karakter masing” tokoh yang…apa ya bilangnya??–mungkin sampe orang bilang ini ‘Mereka banget’ tapi itu penyampaiannya pelan” dan nggk berasa dipaksain.

    Aduh…pokokke, semangat terus kak nulisnya. Aku ngarep banget kaka nulis cerita original yang langsung di novelin, aku pasti beli*klodahadauang*

  3. Fanfic favoritku… Dan aku bersyukur aku bisa membaca secara objektif karena di fanfic yang lain aku mengidolakan Kai di situ. Hahaha.
    Aku juga punya harapan bisa nulis fanfic series sedetail dan semenarik Enchanted. Mohon bimbingannya~ ^^

    Anw, tetap semangat, mbak!

  4. Hai,hai kak Distaaaa..

    Sepertinya ini bakal pnjang, jd mudah2n kakak gak muak baca ini nantinya, xD

    Yg prtama, congrats buat Enchanted yg udah selesai. I will miss them. Dan terima kasih buat cerita yg sdah kakak buat sejauh ini.

    Aku malu untuk bilang ini sebenarnya, tapi ini jadi fic chapter yg aku baca pertama kalinya sejak aku kenal kak Dista. Dan,well rasanya terharu,sedih,senang, semuanya kumpul jadi satu. Dan lagi, aku sempat membuat jatuh ‘kristal bening’ ketika baca ini.

    Sdikit flashback, aku tau kk wktu masa jayanya five fighting dan itu di chapter 17, aku sempat baca self note nya juga dan berakhir pada pndapat,
    orang ini keren, ^^

    dn itu mngkin jd alasan aku agak sedikit sensitif wktu baca ini krna akhirnya aku tau sprti apa rasanya pmbaca setia di setiap chapter.

    A Beautiful story,
    hubungan rumit luhan-jo-jongin ini yg buat aku sakit kepala setiap bayangin aku jd Jo. Aku msih ingat gimana awal cerita ini bermula. Blum lg, Ulang tahun Lulu, trus gimana prasaan Jo stiap lihat Jongin nari, belum lagi tntang album hadiah dri Lulu, ahh aku punya kenangan buat itu semua,kak.

    Aku slah satu org yg brpndapat akhir Enchanted yg dimana Jo tidak bersama siapa pun. Dan aku pnya alasan buat itu, tpi final chapter bt lulu-jo ini juga aku pikir jdi final terbaik yg bisa kak Dista buat. Emm, untuk Jongin di Mine. Aku sempat berapa kali kesal karena kenpa bagian Jongin ini di post paling akhir Enchanted, nama tiger, si Jongin dgn sifat malu-malunya, kmudian prkataan ibu jongin. Well, aku pikir dia juga berhak bt brsama Jo.

    Pnggambaran karakter kuat beserta narasi kak Dista.
    Ini yg buat aku selalu suka tulisan kakak. Aku beruntung kenal kakak dan yah ini arti dari power of word. Setiap kata yg kakak rangkai punya kekuatan sendiri and yeah She is Dista Dee.

    Huffh,
    terima kasih buat kisah ini kak. Yah, sperti yg kakak bilang selalu ada pesan yg ingin kakak kasih. Setidaknya aku belajar bt tetap mementingkan prshabatan, dan jgn bermain api dgn kim jongin , hahaha..

    Semangat terus buat kak Dista, buat kerjaan dan tulisannya. Buat project forsaken dan summer love nya, atau mau buat ikut bt drabble juga? xD

    Selamat pagi yg langitnya masih gelap, kak Dis. xoxo

    ps:aku tau ini pnjang banget kak, tpi aku slalu gagal buat nahan ini. Mudah2n kk gak trganggu yaaa..

  5. em, pertama mau bilang ke kak dista makasih banget krn udah bikin Enchanted. ini salah satu favorite-ku banget.

    dan kedua yg dukanya kak dista dgn pembaca yg subjektif, aku merasa aku salah satu dari mereka jd aku coba menjadi pembac yg objektif.

    dan ketiga lepas dari karakter tokoh yg bikin jempalikan, aku paling dapet pelajaran jg dari sikap luhan yg naif bahwa sebenernya sikap ini yg bikin php ada. tergantung kita nanggepnya gimana. mungkin aja ad orang yg memang kayak luhan yg nganggep teman biasa tp kita yg berharap lebih. dan aku jg belajar dari chaerin bahwa dia tau yg dia lakukan, dia tau konsekuensinya, tp dia bisa terima. dia memanfaatkan kesempatan tanpa menjadi orang jahat ala sinetron hahha😀

    keep writing kak distaaaa🙂

  6. Whoaaaa trnyta Kaa dee nulis sesuatu tntg enchanted dsni, aku baru baca trus bru tau jg kalo kk ada blog /poor me/ entahlah, kalo menyangkut enchanted apapun itu psti aku bca,krna smpe skrg FF ini stuck in my mind, aku g bcanda ka dee, ps d twitter blg ga bisa move on dri enchanted >,,< this story is just toooo great ! /claps claps/ mengenai pnjelasn karakter mrk dsni, sbnrnya aku g ngrti knp sbagian readers sbel sm Jo smpe ada yg blg nyosor? Plisssss -____- entahlah mgkin krn dri awal aku emg memahami Jo hihi ato emg krna aku anggap Jo sbg diri sndiri dgn sgala kesamaanya, stiap bc crita ini, dlm otak aku slalu ada pkiran kaya gni "Oh Aku juga psti mikir, ngerasa dan brsikap kaya gtu" duh, intinya Jo is just like me, in almost everything like seriously. Kdua, aku suka Luhan dgn sgala kekuranganny, he still so lovely in my eyes tpi dri smua karakter dsni Jongin yg pling mnarik dgn sgl ambisinya, galaknya, ngintimidasinya, lucunya dan skpnya yg ga ketebak, d khdpn nyatapun aku slalu trtarik sm cwo tipe gini🙂

  7. Oh iya Ka dee ketinggalan, diatas kk bilang kalo awalny ka Dee gda niatan bkin enchanted jdi serial ky gni ? O.o loh, emg awalnya oneshoot ? AAAAAAA pgen baca dong ka, duh aku srba ktinggalan kayanya😦 maklumin ya, aku reader baru soalnya. Trs aku bner” nggu summer lovenya🙂 btw sbenernya aku slalu pgn ngobrol sih sm Ka dee cuman klo aku trlalu sring mention d twitter ntar kesannya jadi annoying /sobs/ oh iya aku yg slalu pke uname yhupuulievya yaaaa kkekeke~

  8. aku baca ini setelah baca summer love… dan kak dee bilang summer love itu spinn-off enchanted.. aku jadi penasaran enchanted tuh ceritanya kayak gimana? pas aku liat oh yang main Jongin, emm… ga tau kenapa aku cenderung males kalo baca cerita yang main-cast nya Jongin -_- tapi ka dee bilang kalo baca cerita tuh jangan subjektif tapi harus objektif, fokus aja sama cerita yang dibawakan sama penulis.🙂
    yaa aku mulai bingung mau nulis apa lagi… jujur aja aku suka sama cerita2 yang ditulis sama ka dee, cerita nya menarik, detail, dan aku gampang ngebayangin tiap adegannya

    oh iya, ka dee kan di cerita enchanted ada beberapa yang di protect, gimana caranya biar aku bisa baca part yang diprotect itu? maksud aku cara dapetin password nya,
    makasih sebelumnya ^^

  9. Enchanted……fanfic pertama yg bikin aku suka sama kailu.

    Dan fanfic pertama yg membuat aku melihat bukan dari sisi keartisan mereka, tp sebagai tokoh dalam cerita,

    Yg mine itu, pertama kali baca aku sempet nyesel pernah sebel sama kai karna ngotot bgt merebut jo, yg kedua kali baca aku jd kagum sama sikap mereka dlm nyelesain masalah, kurasa itu memang yg terbaik buat semuanya, tapi tetep kasian sama kai….huhuhu

    Kalo aku jd han jo juga bakal kleyengan mikirin milih yg mana, soalnya dua2nya sayang buat ditolak,,,,klo aku jadi jo aku kayaknya bakal jadi serakah deh hahaha

    Kita poliandri aja yuk kai, lu….hahahahha

  10. cuma bisa nemu ini😥 kak kenapa sih dihapus segala huhuuu?? seenggaknya ya disisain di blog pribadi lah -__- hiks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s