Belongs to NO Fandom

Entah beberapa hari atau beberapa minggu lalu, aku sempat ditanya oleh beberapa orang yang ngeliat bio introductionku di blog.

“I belong to no fandom.”

Yang ditanyakan adalah alasanku “kenapa” sampai aku gak bergabung ke satu fandom, tapi aku punya banyak banget daftar idol yang aku suka. Aku dibilang nggak setia, dibilang KPOPers abal dan alay karena loncat sana loncat sini. …

Jawabanku saat itu, “well, I don’t care ┓(´_`)┏” Kecuali dengan gabung ke sebuah fandom itu kasih aku makan tiap hari atau bayarin bensin mobilku tiap berangkat kerja, bakal jadi masalah yang berbeda.

aku bisa ngerti sih dengan tuduhan anak” ini, I mean, mereka masih muda. Sindrom fanatik yang mereka idap juga pernah ada di masaku muda jaman SMP dulu, tipe” penggemar yang berkelekar “I love *** forever”, dan akan lupa beberapa bulan kemudian saat menemukan bias baru. Fenomena semacam ini sudah banyak banget ada, dan akan terus berlanjut entah sampai kapan hingga efek fangirling memudar.

Hanya aja mereka nggak cukup mengerti apa maksudnya fangirling ini. Antara aku dan kamu, jelas kita memiliki cara yang berbeda dalam menyukai sesuatu. Sudah bukan umurku lagi untuk gedubrukan menggalau menggilai laki-laki yang nggak akan pernah tau keberadaanku. Aku menyukai mereka untuk menghilangkan kepenatan akan keseriusan rutinitas hari-hariku, ini masalah trivial.

Para penggemar yang “bangga” dengan fandomnya lebih mengutamakan si member idol sendiri, menggilai dan memuja mereka seperti nggak ada manusia lain di muka bumi ini selain para lelaki itu. Bagaimana dengan aku dan komunitas “belongs to no fandom” lain? Kami lebih mengulik musikalitas.

Fangirling dan menikmati musik memiliki batasan dan tembok pemisah yang sangat berbeda. Kami memulainya dari musik, menikmati apa yang mereka nyanyikan, mendalami pesan yang mereka sampaikan. Kalau mereka ganteng, itu bonus plus-plus.

Intinya sederhana. Tidak bergabung dengan fandom manapun bukan berarti penggemar abal atau alay, jangan salahkan kami karena nggak menyukai para oppars sedalam cintamu sama mereka, we love their music more. Jadi bukan hal yang perlu diherankan lagi kalau suatu waktu dengan cepat kami berpindah ke lain seleb, karena seleb lain itu pasti punya karya yang jauh lebih bagus. Dan sekali lagi, selera nggak bisa dipaksakan. Mau kamu jungkir balik jumpalitan membela lagu” biasmu, kalau selera kita beda, yang kamu bilang bagus pake banget belum tentu cukup enak didengar di telinga kami.

Fangirling. Hal yang terpenting bukanlah membela para biasmu setengah mati. Hargai karya mereka, beli album aslinya, nggak usah teriak-teriak gila saat mereka konser, dengarkan mereka nyanyi. Itu baru bukan fans alay.

Sekian, terima Kris apa adanya. ~xoxo.

Sby-Pwt train, June 24, 2013 09.55 am Powered by Telkomsel BlackBerry®

14 comments

  1. Me either. As reasons u said above, me myself is too old to join a fandom. When I said about my age, new friend of me call me ahjumma instead of unnie, for joke actually , but still i am an ahjumma. like or not. We and them have different perspective for being fan. My only idol that last till now is Valentino Rossi #ucanlaughatme. kkkkk. Yeah hes not a part of kpop but what i want to say is there is a generation gap between me and todays generation. The way i am being a fan is like what u said previously by appreciating their works. Matur tengkyu…….#aqterimakrisapaadanyakok kkkkkkk

  2. bener! setuju banget. apalagi pas bagian “terima Kris apa adanya”
    percaya gak percaya, aku jadi suka sama Kris gegara baca ff kakak lho.
    fans alay yang suka fanwar harusnya baca ini nih.
    artisnya aja cuek bebek, ngapain mereka yg ribut😥
    tapi kalo udah ngeliat konser mereka, gak bisa diem deh kayaknya. pasti bawaannya pengen tereak, apalagi kalo standing😀
    besok-besok prinsipku I belong no fandom juga ah ((:

  3. kak… Tersinggung ya sama mentionan aku waktu itu, yg ‘ga takut dibilang alay?’ o.0

    Oh, itu… Sebenernya gimana yaa, kak umur berapa? Aku udah 17, dan mulai berpikir tentang ‘KULIAH DIMANA?’ selain fangirlingan dan baca ff *abaikan😄 dan menghentikan segala aktivitasku dengan teriak2 depan lepi dan nonton fancam seharian .-.V
    Menurut aku, itu sih pilihan.. Kan maksudnya ga semua karya idol yang kita cintai, ‘bagus semua’ ‘all perfect’ bisa aja dari idol kecil pun karyanya keren banget, ya ga kak?
    Tapi, aku hargai banget deh sama yang satu ini. I belong to no fandom itu moto kaka, dan aku masih belum mau melepaskan fandom aku. Kkkkk #ganyambung

    -ELF&VIP-

  4. setuju pake baged kak dee…
    aku lebih menilai musikalitas..
    menomor satukan musik yg mereka bawakan…

    bahkan sahabatku sendiri ‘menyinggung’ tentang ketidaksetiaan dalam fangirling…
    agak sedih sih, masa orag yg uhd aku anggap sahabat, malah menilai kesetiaan sebatas ituh..

    seneng baca tulisan kak dee… ^^

  5. ga tau knpa setuju bgt sama tulisannya. drpd dikatain suka pindah2 fandom, i think better without fandom. tulisan kak dee jd nginspirasi aku buat ikutan no fandom. lagipula aku juga cuma suka sm idol-nya
    at least, emang ntar bakal ditanyain di akhirat waktu hidup fandomnya apa

  6. nyasar disini kak ._.V pengunjung baru ^^ Salam kenal kak Dista!
    Yup, saya setuju banget ama post ini. I’m belong to no fandom. Dibilang EXOtic, semua dibiasin. Baby juga, masih Jellies ababil. Inspirit cuma gak terlalu tahu Infinite #sigh# pokoknya saya masih labil, kekeke
    Kak Dista, itu kok dalam kereta Surabaya-Purwokerto? Kak Dista orang Purwokerto ya? #kepo

  7. it’s really something xD
    Sometimes I’ll think, “yeah, sampai kapan akk akan stop melakukan fangirling?” and i just realised that nowadays im really busy on my studies until i have no time to do my fangirling..
    Now or later, that will be a day when i quit from my fandom, nope, ini bukan namanya tidak setia, hnya saja ada waktunya kita menggilai ‘mereka’ dan ada waktunya kita melepaskan status kita dari fangirl..
    Tbh, i dont believe about forever thats why i wont say it out despite there’s someone i really love.. Instead of forever, I’ll say as long as ..

  8. yeah..
    ‘i belongs to no fandom’
    me too..
    dan kemudian kritikan dtg dr brbagai pihak,
    karena ‘dulu’nya sy memang memiliki fandom,
    tp toh ternyata, sy menemukan bhwa sy tdklah setia pada siapapun dr mereka,
    jd yeah..
    ‘belongs to no fandom’ adalah ungkapan yg tepat..🙂
    sgt setuju dg penuturan Dista Dee-ssi diatas..🙂

  9. ya aku jg no fandom,, hahaha soalnya ga mungkin cuma bisa satu grup atau artis aj kan… banyak bgt pasti apalagi klo musiknya atau lagunya bagus pasti suka.. jadi ya wajar aj.. setuju sama kakak selera orang beda beda… hhahhha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s