Me And You Versus The World – a short sigh

tumblr_m9vbtphRo91qc8gnv

Seumur-umur aku jadi penggila fiksi dan kolektor novel, baru kali ini aku yang benar-benar amat sangat kecewa dan merasa tertipu setelah membeli sebuah buku.

Aku membeli buku ini karena pertama: covernya bagus. kedua: back-cover sinopsisnya juga oke, ditambah lagi banyak endorsement dari beberapa tokoh ibukota .. aku lupa siapa aja, beberapa namanya cukup bonafit hingga cukup meyakinkan aku untuk membeli buku itu. …

(o_O) <<< ini ekspresi yang mungkin akan kalian lihat ketika aku buka halaman pertama buku itu. 

Cerita buku ini berkisah tentang Jeremy Mulen, pria dewasa berumur 28 tahun yang jatuh cinta pada anak SMP berumur 14 tahun. Oke, the thing is … aku seseorang yang sebenarnya bisa menerima segala bentuk plot cerita. Orang dewasa yang jatuh cinta sama anak abege itu menurutku sangat unik …… tapi pikiran itu menghilang tiba-tiba begitu aku menemukan alasan jatuh cintanya ternyata biasa aja. Perkembangan ceritanya kurang, bahasanya .. ‘gue elo’ it’s definitely not my type, plotnya flat, bahkan cenderung nggak ada signifikansinya.

Aku tahu ini mungkin akan terkesan sangat kasar, tapi aku harus meyakinkan kalian bahwa aku sama sekali tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan karya seseorang. Meskipun begitu, sebagai seorang pembaca biasa, aku pun punya hak untuk mengatakan apa yang ada di dalam pikiranku setelah ini. Aku juga bukan seseorang yang akan ngeliat harga ketika membeli sebuah buku, karena menurutku, harga berapa puluh ribu itu bukan apa-apa dibanding dengan ilmu atau informasi sekecil apapun yang akan kudapatkan dari dalam buku tersebut.

But maaan, .. aku bahkan hanya kuat membaca buku ini sampe halaman berapa belas, aku loncat-loncat, sampai akhirnya kubiarkan buku itu berbaris rapi di rak tanpa pernah kusentuh lagi.

Memang, segalanya selalu punya pelajaran yang bisa diambil, dari pengalaman ini aku mempelajari bahwa:

1. Nggak semua buku bercover dan back-cover synopsis bagus punya cerita yang bagus

2. Nggak semua buku mahal punya cerita yang bagus

3. Nggak semua buku dengan begitu banyak endorsement punya cerita yang bagus

4. Aku nggak akan pernah beli buku keluaran WahyuMedia lagi

5. Lain kali harus lebih teliti dan hati-hati lagi untuk memilih buku yang bagus, kalau perlu cari review singkat atau apa kata orang mengenai buku itu.

This is the worst book I’ve ever read.

p.s.

selera tidak bisa dipaksakan, kita mungkin saja berpikir berbeda mengenai satu buku yang sama. Aku tidak akan menyalahkan atau merendahkan siapapun yang tidak setuju dengan opiniku di sini.

~xoxo.

9 comments

  1. bener lho kak dee
    aku juga udah baca, jauh sebelum kakak nge review#gak jauh2 amat sih pokoknya sebelum ini di posting
    awalnya aku kira bakalan keren #mana ada stamp based on true story.
    yah aku beli…
    eh… kak dee mending baca belasan
    aku pas si jere cerita ttng dia putus ama mantannya yang juga balik lagi ama mantannya itu
    aku langsung ‘tutup buku’
    gak enak kak
    aku juga bukan pembaca yang suka pake bahasa kelewat gaul
    setuju untuk semua poin ^^
    #sorry but this’s my opinion
    #gak percaya? baca aja tuh buku hehehehe
    #ya gak kak?

    1. hehe, sebenernya aku baca buku itu juga udah dari awal/pertengahan tahun lalu, cuma karena sempat terlupakan aku baru ingat kemaren” belum review. Tapi ini review dari hati, LOL

  2. Perkenalkan, aku Nadia, karena penasaran banyak yang ngomong ff Loubotion Catalyst itu bagus, aku cari authornya, ketemu deh blognya.. (Walau belum sempat baca ff-nya)
    Setuju. Cover memang ga menentukan… Sipnopsis juga.. Tapi, aku sering milih melalui corak covernya juga😄
    Kalau saran aku, lebih baik beli dengan penerbit Gagas Media, dan Diva press.. Soalnya, bukan sembarang naskah diterbitin di situ🙂
    Makasih infonya~^^

  3. Ini first comment aku buat kak Dista. Aku udah agak lupa sih ya sejak kapan aku suka FF kakak. Tapi nggak buat LC wkwkwkwkw.
    Untuk beberapa point di atas. Aku penganut pembaaca yang suka sama cover. Sampai ketika sudah baca novel, 2 lembar tidak menarik, saya tutup dan tidur. Dan kadang saya lupakan😀.
    Nah untuk Wahyumedia ini, aku berhentii setelah membeli buku RadiogalauFM (ketauan ga sih suka galau ?) alasannya sih lebih ke cover -juga. Sampulnya ga bagus, dan cepet rusak. Hehehehe.

  4. cuma mau sharing..
    Baruu aja dpt e-mail dr bukabuku.com ttg daftar buku baru, terus terpampang lah judul buku ini di bagian atas dgn title HOT NEW RELEASE!! Baca sinopsisnya, wah kayaknya oke nih, udh di bikin film jugapula, Mana di sinopsisnya ada juga review dr orang-orang yg udh baca, tambah yakin lah. Tapi untungnya aku bukan tipe orang yang gampang percaya, jd aku coba search di google. Dan ternyataa, review di goodreads jelek-jelek bgt._. lanjut buka-buka blog lain, ketemu lah blog ini. Btw aku pembaca LC juga cuma gak sampe akhir karena password yg dikasih buat buka part-part terakhir LC doesn’t work (sekalian curhat haha)
    back to the topic, untung aja aku cek-cek dulu reviewnya, kalo nggak pasti nyesel bgt udh beli. Mulai kritis bgt begini gara-gara Raksasa dari Jogja. Kalo novel ini adalah novel yg membuat kakak “benar-benar amat sangat kecewa dan merasa tertipu setelah membeli sebuah buku”, that’s RDJ for me. Entah kenapa aku bener-bener nyeseeeeel bgt beli buku itu. Padahal sblm beli buku itu udh cek reviewnya juga dan hasilnya bagus-bagus. Makanya ngerasa ketipu bgt when I realised the novel isn’t that good-___- Sejak saat itu aku selalu cek review sebuah buku sampe nemu kelemahannya, dan itulah yang membuat aku ‘terselamatlan’ dari novel ini hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s