Month: January 2013

Daughter of Smoke and Bone – a Book Review

dari

Soooo, ini adalah pertama kalinya aku baca bukunya Laini Taylor.

Daughter of Smoke and Bone, konon oleh si biang rekomen dikatakan sebuah cerita campuran antara Harry Potter, Narnia dan juga Lord of the rings (did I miss the other fantasy stories?) .. tapi setelah membacanya dengan seksama, aku harus menambahkan satu cerita lagi, yaitu Twilight. Novel ini bercerita tentang permusuhan abadi antara malaikat dan iblis, lalu seorang anak manusia yang terjebak di antara perseteruan mereka. (more…)

Tentang the Timekeeper by Mitch Albom – a Book Review

Mitch Albom sudah menjadi salah satu penulis favoritku sejak tahun 2009. Ketika seorang teman pertama kali kasih aku bukunya yang berjudul ‘the Five People You Meet in Heaven’ tahun 2007, aku tahu buku itu akan jadi objek skripsiku saat aku hendak menyelesaikan 4-tahun kuliah pertamaku. Dan ya, sepanjang aku mengoleksi buku-bukunya (FPYMH, Tuesdays with Morrie, For One More Days dan Have a Little Faith) nggak ada satupun bukunya yang nggak bikin aku semakin jatuh cinta dengan tiap tulisannya.

Albom ngeluarin buku terakhirnya Have a Little Faith sepertinya tahun 2009 lalu, if I’m not mistaken, makanya ketika aku melihat the Timekeeper ini ada di Gramedia, I was like .. “Whaaaattt??? another book published?? How can I not know that?” LOL. Untuk tulisan Albom sendiri, sebenarnya aku lebih prefer untuk membeli versi aslinya dalam bahasa Inggris, karena tulisan-tulisan dia itu semacam punya ciri khas dan premisnya sangat indah. Aku pernah beli dulu buku terjemahan Five People yang ternyata nggak begitu bagus alih bahasanya, karena itulah aku agak kapok kalau beli buku yang nggak begitu panjang dalam terjemahan. Kasus yang sama untuk the Timekeeper ini, terakhir ke Periplus aku berniat beli buku ini sekaligus buku “the Perks of Being a Wallflower” karya Stephen Chbosky, tapi nggak seperti dulu, kemaren” aku agak sedikit mikir belinya karena bukunya masih keluaran Hyperion. Ceritanya lagi nunggu versi sederhana punya Harper Collins karena biasanya harganya lebih murah dan lebih handy juga, hehehehe.. Dan berhubung kali ini aku dapat the Timekeeper for free, it’s fine baca terjemahannya deh, alih bahasanya Tanti Lesma oke juga. Lumayan.

Jadi, sekarang kembali ke Timekeeper. Seperti buku Albom yang lain, the Timekeeper ini tetap menunjukkan ciri khasnya seorang Albom. Seperti karya-karya dia sebelumnya, selalu saja ada sesuatu yang bisa kita pelajari.  (more…)