Tentang Breaking Dawn Part 2 [spoiler alert!]

I finally had a chance to watch this movie,  hihihi … Tadinya sebenernya bersama beberapa teman, kami berencana untuk nonton saat premiere, tapi berhubung sampai sekarang aku cuma ngomong doank mau bikin m-tix tanpa pernah direalisasikan, so … nggak dapet lah, tiket yang bisa dipesan secara online itu. Sementara antriannya seminggu pertama ini masyaAllah, ngalah-ngalahi orang antri buat zakat fitrah (tanpa rusuh sih), akhirnya berkat keteguhan hati Rezkho yang mengaku “nanggung kalo nggak nonton Part 2 setelah dipaksa nonton part 1 sama DARKee” (yeah, alibi banget huahahaha), dia rela ngantri selama 3 jam untuk beli 14 tiket sama 2 temen dormnya (thanks a lot, my beibeeh) dan kami berhasil lah nonton di midnight hour.

Dan akhirnya film ini pun berakhir juga, setelah satu tahun menunggu jaraknya dari bagian pertama, feelingnya agak sedikit sama ketika aku nonton Harry Potter bagian terakhir di Empire setahun, .. atau dua tahun yang lalu, menemukan bahwa setelah bertahun-tahun ngikutin filmnya satu persatu, dan perjalanan ini tiba pada pemberhentian terakhir, agak sedikit feeling empty. Eh, kurasa ini hampir sama juga ketika aku menutup serial Louboutin’s Catalyst beberapa waktu yang lalu, the feeling that I will miss all the casts dan masih saja gagal move on dari kisahnya yang pernah menyita hampir sebagian besar hari-hariku, .. oke, it’s kind of overrated, but this is the truth, haha. Aku mengatakannya karena aku nggak hanya penonton setia film Twilight saga ini, I also read the books years ago, dan aku berpikir sepertinya hanya mereka yang juga baca bukunya yang ngerti perasaan semacam ini.

To make the long story short, Part 2 ini beyond my expectation. Yang udah pada nonton pasti mengerti apa yang sedang kubicarakan, sejak Bella buka mata di buku ini aku nggak mengharapkan banyak adegan spektakuler, bagian-bagian yang runtut terjadi sesuai dengan pakem yang Stephanie Meyer bikin, meski aku sendiri juga lupa-lupa ingat tapi masih saja ada hal yang tidak terlupakan, para tokoh dan asal-asal mereka. Aku sudah diingatkan sama Neztinez untuk nggak teriak-teriak saat adegan “hot”nya, .. hahaha, aku nggak tau sebenernya yang dia maksud di sini adalah adegan making love Bella-Edward ataukah satu adegan “hot & cold” yang kita tau ke mana pembicaraan ini terarah. Tapi seriously, bagian peperangan  di padang salju itu, aku sama sekali nggak expect akan ada. Beberapa teman yang memberi spoiler ‘halus’ di twitter mengatakan bahwa Breaking Dawn 2 mengimprovisasi beberapa adegan dengan sangat spektakuler, tapi aku nggak menyangka tentang hal ini. Ketika Alice mulai menyerang Aro, dan gendang perang dimulai … dari saat Aro   membunuh Carlisle, lalu satu persatu dari mereka kemudian mati terbunuh, aku cuma bisa teriak dan ngumpat sejadi-jadinya di kursiku, berpikir “kenapa ini film jadinya sadis gini???” … kepala buntung di mana-mana, orang .. umm, I mean, vampir dimutilasi seenak udel sendiri dan seluruh kehancuran yang mereka bikin, sampe pada akhirnya giliran Aro yang mencapai ajalnya, lalu deng deeenggg …. it’s all Alice’s vision. Seluruh studio langsung rame. Yeah, aku yakin para penonton di seluruh dunia juga melakukan hal yang sama. That’s is the most breathtaking, tremendous and almost-making-me-die scene, dan pastinya adalah yang paling oke dari semua adegan yang Twilight pernah bikin. Siapa sih sutradaranya? pengen tak usel-usel deh dia!!

Tanya deh aku, “Dis, siapa karakter favoritmu di Breaking Dawn 2?”

Bila kebanyakan menggilai Edward yang sudah punya istri itu, atau si Jacob Black yang dengan serampangannya meng-imprint seorang  bayi, .. aku sendiri menjawab, Jane. She’s extravagantly cool and wicked, that I adore her sooooo much. I love presence since her appearence on New Moon. Kemisteriusannya, dengan kekuatannya yang bisa membunuh seseorang dari dalam itu … I wish I have that specialty of her, hummm … you can’t make people love you, but you can make people fear you. What a great work she’s done. *nepuk bahu bangga* Nggak ketinggalan juga the rest of the Volturi, mereka memiliki kemisteriusannya sendiri. Dengan kekuasaan ala monarki kerajaan di sebuah negara, sekaligus para penegak hukum yang melaksanakan tugasnya tanpa ampun. Can I join you, Guys?

Film ini sarat komedi juga, I could say. Kurasa untuk mengurangi ketegangannya, yang mana itu perlu, Jacob Black is the real ice breaker, he could be totally humorous and cute at the same time. Tapi dari semua hal itu yang menjadi perhatianku dan Rezkho adalah wajah si Reenesme, aku belum ngecek berita atau ulasan manapun tentang film ini di google, jadi ini hanya semacam tebak-tebakan selama nonton film. Kami percaya bahwa para editor pasti sengaja memberi efek komputer sama wajahnya biar terlihat sama dari kecil sampai dia dewasa, ada beberapa gerakan dan ekspresi saat dia masih bayi, atau saat dia sudah agak gede yang agak nggak wajar. Aku juga nggak paham signifikansinya apa sama kepentingan seluruh plot cerita ini dengan bikin efek semacam itu di satu tokoh ini, cuma jadi kelihatan aneh aja di mata kami karena Reenesme jadi terlihat buatan.

Kurasa aku nggak akan berkomentar banyak hal tentang film ini. I’m a type of someone who enjoy every movie without giving any concern about people’s prejudice, I dont get it why people hating Twilight because of its blah blah blah … but those kind of people, I think they need to get on their life and try to be happy. Berhenti di Twilight Saga, aku nggak yakin akan ada film lain tentang romansa kehidupan para vampir yang akan lebih bagus dari pada ini. Titik.

6 comments

  1. loh mbak dee, vampir kan bisa mati hanya dengan cara memenggal kepalanya doang, jadi wajar dong kalo pas di padang salju banyak banget yang menggal kepala setiap vampir, kekeke. aku juga fans beratnya Twilight Saga loh😄 dan aku paling suka sama si Alice, soalnya dia punya kemampuan yang aku inginin banget >,< keren!!

      1. hehe, aku juga kayak gitu sih, sampe mau muntah segala waktu itu #yekss! tapi itu hanya ke-nggletek-an saja ternyata >,< itu cuma penglihatan Alice yang diperlihatkan pada Aro -__,- dan wajah Aro yang takut mati itu sejenis… lucu? .__.

  2. samaan nih sama kakaknya😀
    aku juga paling ngefans sama jane, sejak pertama kali dia muncul di new moon
    soalnya waktu ada scene yang munculin jane, seakan pemeran lain itu ga ada nyawanya. Dia kayaknya punya aura (atau semacam kharisma) untuk mengintimidasi kemampuan pemain yg lain. Dan itu keren ! Kalau saya boleh bilang, aro sama tiga saudaranya kalau sama ke kharismaan jane, ga ada apa-apanya heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s