About “I AM Documentary Movie” and the Trip

Gaaahhh~ aku baru saja mendarat 2 jam yang lalu, ketika tadi berpikir untuk melanjutkan tidur begitu sampai di dorm, aku langsung berubah pikiran dan duduk di depan laptop *ceritanya kangen-kangenan sama Sumi*. The trip was fun, FYI, ketika pada awalnya aku sama sekali nggak berharap banyak dengan trip kali ini, ternyata aku pulang dengan perasaan sebaliknya. hehehehe …

Aku berjanji pada beberapa di antara kalian untuk me-review satu film yang kutonton saat trip, .. uh no, sebenernya aku ke Jakarta niatnya emang buat nonton denk, tripnya itu embel” aja,😄 .. jadi kalau kalian pengen langsung scroll ke bawah aja karena aku akan cerita sesuai dengan sequence..

The Trip and Flight Chat

Berawal dari sebuah obrolan yang nggak sengaja sama Choi Qiqi, my lovely travel mate yang nggak waras itu, *yeah, semua tripku memang selalu diawali dengan janjian nggak niat* tentang film I AM yang hanya diputar di BLITZ Megaplex di Bandung dan Jakarta, begitu tau tiket bisa dipesan online, aku pesan lah tiket langsung berbekal kartu kredit pinjaman sepupu *I love you mbak Shin* yang selalu menyediakan fasilitas ini kalau aku butuh untuk semua pemesanan online yang nggak bisa pake BCA/BII banking, oke nggak penting, habis itu pesen tiket pesawat *untungnya gi promo* di hari yang sama.

Seminggu sebelum berangkat, .. saya flu, sodara-sodara! Sempurna banget, sejak awal 2012 tiap kali mau terbang selalu ada aja masalah sama bodi, yang terlalu kecapekan lah, pegel” semua lah, sampe akhirnya flu parah .. sempat berpikir untuk nggak berangkat, tapi karena udah mendingan, nekatlah aku pergi juga .. itupun dengan menutupi sebagian muka pake masker biar nggak digebukin orang” satu pesawat karena menyebarkan virus.

The thing about having a partner while going on a trip adalah mereka adalah orang-orang yang menjauhkanmu dari rasa bosan.  Choi Qiqi menjadi teman travellingku sejak awal Februari lalu, dan terbang sama dia ada dua pilihan situasi, kami diam membisu sepanjang penerbangan, tidur … atau, dia sama sekali tidak membiarkan aku tidur, haha!

Untuk trip kali ini, karena dia lagi ngikutin EXO dan Shinhwa, jadi kami membicarakan .. ya, apa lagi? Tapi satu hal yang baru aku tau dari obrolan kami adalah, ternyata HOT punya kasus yang sama seperti TVXQ saat mereka berpisah. Aku nggak pernah tau sebelumnya bahwa JTL ternyata band baru bentukan tiga member yang keluar dan sama” dib’anned’ oleh SM. Wicked heaven, seperti yang pernah aku bicarakan di LC, L’histoire se repete – sejarah akan selalu terulang dengan sendirinya, dan jadilah JYJ punya nasib yang sama. Cuma bedanya, kurasa karena JYJ menyadari bahwa bakat mereka ‘are too good to be wasted’ dan tau benar porsi fansnya nggak kalah banyak dari Homin (atau bahkan malah lebih besar) hingga memilih untuk berjuang sendiri tetap mempertahankan karier mereka di musik dan drama film. See, kalau ngomongin ini terlalu dalam aku pasti nggak akan bisa menahan diri untuk nggak ngomongin sejarah masalahnya TVXQ, tapi aku nggak mau membahas itu karena pasti akan sangat panjang (dan analisis hasil obrolan bersama para Cassie cenderung untuk nggak bisa diterima oleh pendukung JYJ, so .. I’ll cut it off). Ngomongin Shinhwa dan kembalinya mereka di dunia musik, sampe ke variety show yang mereka kuasai *dimana” ada Shinhwa sampe bosen, .. yang bosen aja sih* emang nggak ada habisnya. Ada acara paling favoritku “MBC Radio Star”, oke aku nonton ini tentunya karena ada Kyuhyun, dan interaksinya sama para sunbaenya itu paling nggak bisa dilewatkan. Yang mau nonton:

120314 MC Kyuhyun with Shinhwa Part1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5
120321 MC Kyuhyun with Shinhwa Part 1 | Part 2 Part 3

Kurasa kami adalah dua tante” yang sangat berisik saat terbang, ngikik sendiri ngomongin ke-absurd-an para pria nggak waras yang pernah ada di belantara dunia hiburan Korea, sampe menggalau berdua kalau teringat sama Kyu-Line, dan begitu terus sampe mendarat.

But still, meski telah berulang kali di atas udara, I hate flying as much as I hate a road trip . <—— traveler paranoid yang gampang trauma.

Jakarta City

I never used to like Jakarta. Sumpek, panas, ribet, lalu lintasnya yang berantakan sampai alasan paling absurd, .. the city is too big, pernah menjadi berbagai alasan aku nggak menyukai kota ini. Dan honestly, itu juga satu alasanku yang bikin aku nggak terlalu expecting much dengan trip ini. But I have a very good accompany, seorang saudara jauh .. keponakan dari suaminya sepupuku, whose age is much older than me .. nah ribet, menawarkan untuk tinggal di rumahnya. Sebenarnya ada kejadian lucu, karena sebenarnya kami juga baru benar” kenal beberapa bulan ini, he’s a specialist dentist yang sempat ngajar sebentar di Kedokteran Gigi UNSOED dan tinggal beberapa hari di rumah, bikin mom yang keteteran daripada kekhawatiranku sendiri. Intinya adalah karena kami sama-sama tau bahwa aku nggak mudah bergaul, dan cenderung tidak bisa ramah dengan orang-orang baru, bikin mom cemas aku nggak bisa berbaur … but you know what, I think I did fine. Mereka, seperti layaknya orang Surabaya, dan kurasa karena kami berkeluarga .. they welcome me with the most hospitality, so I owe them a lot for my trip there in Jakrta these last 3 days, thanks again for Mas Bimbim and his adorable family – itu termasuk kucing”nya yang punya nama aneh bin ajaib.

Es Italia – di samping masjid Istiqlal

Kesimpulannya adalah, I don’t hate Jakarta, .. ya, kutarik kembali sebagian rasa skeptisku pada kota ini karena memberikan beberapa kenangan menarik selama kunjunganku di sana. Hal yang paling cantik yang pernah kulihat kurasa adalah pemandangan ‘Kota Lama’ di malam hari. Way beyond loving, I adooooooooore it sooooo much!

The Batavia Hotel

Kota lama dipenuhi dengan bangunan jaman kolonial di sana sini, dengan arsitektur yang bikin aku jadi berasa di Paris (sudut jalannya sampai suasananya). Yang paling disayangkan adalah gedung” tua ini kelihatan nggak dirawat dan juga sampah di mana-mana yang sangat merusak pemandangan, aku hanya berharap orang” ibukota itu akan memperbesar kesadaran mereka untuk mengolah limbah pembuangannya, atau at least, nggak buang sampah sembarangan .. karena kota yang cantik tentunya dilihat dari kebersihannya donk, who can’t agree more than this?

Satu hal yang kusadari ketika benar-benar di jalan sepanjang hari adalah, Jakarta emang panas gila karena polusi. Pagi tadi saat berangkat ke bandara aja langitnya abu-abu, padahal masih pagi .. dan hari minggu. Berpuas-puas jalan-jalan berwisata kuliner sampai berburu buku impor bekas setebel kamus Dorland di TIM, waktu rasanya cepat sekali berlalu dan aku udah kudu balik lagi aja ke Jogja, ke dormku yang membosankan ini.

Ah! Satu lagi pemandangan cantik yang aku temukan di sana, adalah hotel Ritz Carlton yang berdiri megah, sama cantiknya saat terlihat di malam hari. Bayangin pemandangan Semanggi dari atas bisa bikin aku merinding sendiri, aku berniat untuk kembali ke Jakarta suatu hari nanti, mengunjungi tempat-tempat lain yang belum sempat kulihat dan juga bermalam sehari di Ritz untuk menikmati secara langsung pemandangan indah yang saat ini hanya ada di kepalaku, dan juga fasilitasnya yang .. humm, aint no more to wonder.

I AM Documentary Review

Haha, baiklah, akhirnya aku membicarakannya juga setelah terlalu banyak bicara soal liburanku sendiri. Setelah beberapa waktu berlalu begitu pesan tiket tadinya, lagi-lagi, aku nggak begitu expect terlalu tinggi soal I AM, karena yang kudengar ini adalah film dokumenter yang diambil dari rekaman artis”nya saat jaman masih trainee, dan kurasa banyak di antara video-video itu sudah kutonton di yutub. Yang ada dibayanganku saat itu adalah video montage yang digabungin jadi satu dengan efek” modern dan interview dengan para SM artist.

Aku benar tentang beberapa yang ada di dalam bayanganku sebelumnya, hanya saja, penyajiannya ternyata di luar perkiraanku. Ketika tadinya kupikir I AM akan membosankan, .. aku salah besar, sodara-sodara! Film ini DAEBAK!!!

*lepas dari para ABG di depan, belakang, samping kanan, samping kiri yang berisiknya bukan main saat nonton dan mengganggu kenikmatanku – pada intinya aku nggak suka dengan reaksi berlebihan para fans yang nonton film kek lagi nonton ketoprak. Oke, kalau lucu nggak papa, tapi kalau teriak” menggalau tiap kali satu artis ditampilkan secara close up itu sangat mengganggu sekali sodara-sodara. I mean, behave yo!*

Film ini dimulai dengan potongan rekaman seorang anak yang sembunyi di belakang kursi, nggak mau muncul di depan kamera, dan manjanya bukan main … dia tidak lain adalah Lee Sungmin! bertahun-tahun sebelum debut, masih kelihatan sangat muda dan yah, .. cute. haha..

video-video lama yang ditampilkan selalu ditandai dengan label D-nnnn yang berarti video itu diambil berapa hari sebelum mereka debut. Yang membuat video ini nggak membosankan adalah karena video-video lama nggak ditampilkan dengan plot progressive tapi di acak dan diselingi dengan konser SM Town di New York dan LA, juga beberapa klip interview sama para artisnya.

Video-video lamanya banyak yang belum pernah aku lihat di youtube, keren sih, yang banyak menarik perhatian tentunya adalah video audisi Donghae, bentuk lamanya itu nggak nahan mengocok perut semua orang, dan juga video audisi Hyukjae, dari sananya dia emang udah gebleg. Video montage lalu menampilkan beberapa penampilan mereka saat sedang latihan dance, yang aku inget ada Yunho, Taemin, Donghae dan Hyukjae. Efek hologram *yang sekarang lagi ngetren banget sejak konser Tupac Shakur* versi saat ini dari mereka muncul di video-video lama latihan mereka jadi semacam battle dance antara  ‘dia sekarang’ dan ‘dia dulu’. Pertama Donghae, lalu Taemin sampai Yunho mereka menunjukkan gerakan yang jelas kelihatan makin berkembang dan lebih terasah, aku sempat bilang sama si Qiqi, akan lebih oke kalau tiba-tiba aja gerakan mereka disamain jadi kek dance routine yang mereka tunjukin bareng, .. jajaaaann~ omonganku ternyata dijawab oleh Hyukjae, what amazed me adalah ternyata dia masih ingat sama koreo dancenya dulu saat latihan, dan itu menurutku sangat keren, hihi .. *percayalah, ini bukan komentar yang bias*😄

Satu adegan yang paling memorable selama film itu untuk aku adalah para explosion parade (kamu tau kan letusan” api yang selalu ada tiap konser), siapa yang ngira kalau ternyata letusan” itu nggak hanya bikin kaget kita sebagai penonton, tapi juga mereka yang ada di belakang panggung. Parade ini menunjukkan reaksi para member SHINee, Super Junior, Girls Generation dan f(x) dari yang sampai lompat saking kagetnya (ini Donghae, Jonghyun dan Hyoyeon banget), yang paling cool meski letusan di mana-mana (Cho Kyuhyun never fails to mesmerize me) sampai yang paling epik dan dapet tepuk tangan paling meriah setelah reaksi “superstar”nya ditunjukkan di belakang panggung —-> Leader Leeteuk.

Film I AM bercerita tentang para artisnya yang disuguhi video-video yang bahkan mereka sendiri belum pernah lihat sejak awal audisi, saat menjadi trainee dan mengenang kembali masa lalu yang akan selalu mengingatkan mereka atas kerja keras selama bertahun-tahun yang telah mereka jalani hingga akhirnya debut. Di sini aku melihat sisi lain kehidupan mereka sebagai seorang pribadi, bukannya seorang bintang atau anggota satu grup K-Pop yang sangat terkenal, keinginan mereka, mimpi mereka sampai keseharian mereka yang super lugu dan lovable.

Ada satu segmen di mana mereka menunjukkan hari saat pertama kali f(x), SHINee, dan Super Junior debut. Sayang banget nggak ada TVXQ, masa lalu mereka bahkan nggak banyak dibahas (tentu saja, karena mereka dimulai berlima), aku sempat berharap  I AM akan menampilkan debut mereka pertama kali dengan dua anggota, tapi ternyata kita nggak melihat segmen itu, temans.. Kenyataan dan ketegaran TVXQ kembali dengan hanya dua orang aja memang keputusan yang berani banget, .. let me tell you what, aku dulu pun termasuk salah satu orang yang meragukan kesuksesan HoMin. Hanya tinggal berdua setelah dua dari tiga main vocal mereka memutuskan untuk keluar, kita harus mengakui bahwa kemampuan vokal Yunho nggak sebaik dancenya, he was born as a dancer, not a singer .. jadi dulu aku sempat berpikir gimana Changmin akan berjuang untuk menutup kekurangan leadernya yang satu untuk, mengcover kekutan lima harmoni yang dulunya sempat nggak terkalahkan. Sampai suatu hari aku nonton SM Town di Tokyo dan melihat HoMin menyanyikan ‘Somebody to Love’ akhir tahun lalu kalau nggak salah, salah satu lagu paling powerful milik TVXQ5, dinyanyikan hanya berdua tapi kekuatannya sama sekali nggak berkurang … I was totally impressed, dan yah, sejak itu aku baru mulai mengakui kekuatan mereka. Kemampuan vokal Yunho jauh berkembang sejak terakhir kali aku ngeliat dia di TVXQ5, dan Changmin .. nggak perlu diragukan lagi, he’s indeed that good. Dan yah, saat itu adalah pertama kalinya aku salut sama seorang Jung Yunho.

Satu segmen lain yang menarik juga adalah ketika mereka ditanyai apa warna favoritnya, .. hey, mas Kyu, kita punya warna favorit yang sama, hihihi .. dulu saat aku nonton konser Mirotic, aku sangat tergila-gila dengan cantiknya Red Ocean dari lightstick yang diangkat oleh para fans .. but again, setelah nonton SS4, ternyata Sapphire Blue Ocean jauh lebih cantik! I love red, but sapphire blue was way beyond beautiful .. lepas dari aku sedang lebih menyukai Super Junior, percayalah temans, ini bukan komentar yang bias.😄

Keseluruhan film I AM membuatku menemukan banyak hal-hal baru di SM Entertainment, dari video-video lama yang nggak pernah dilihat sebelumnya, yang lucu, yang mengharukan, semuanya ada. Sosok Lee Sooman juga nggak terlewat dari pengamatanku, dia adalah sosok yang sangat dikagumi oleh para artisnya, .. dan kekeluargaan mereka sangat terasa di permukaan. Ini membuat aku berpikir tentang banyak rumor yang nggak enak bicara soal Lee Sooman yang ini itu *terutama saat kasus TVXQ dan juga tentang kontrak Super Junior*, bila memang bapak yang satu ini seburuk apa yang orang-orang di luar sana bilang, kurasa nggak akan seintim itu para member Super Junior, BOA, Kangta, SNSD dan lainnya memeluk dia. Bila mereka bilang Lee Sooman adalah sosok seorang guru yang sangat dihormati, itulah yang aku percaya. Rumor tentang kekerasan dia para para artisnya, (dari hasil obrolanku dengan Qiqi) kami pandang seperti sebuah sikap untuk mendisiplinkan mereka – dalam budaya Korea, sudah biasa seorang ayah menggunakan tangan untuk menghukum anaknya, intinya, anak laki-laki memang sekali dalam hidupnya perlu dipukul untuk menjadi seorang pria, itu budaya yang mereka percaya sejak kecil .. dan begitulah yang aku percaya. Beberapa oknum kurasa mencoba untuk menjatuhkan dia dengan rumor semacam ini, sementara orang-orang seperti kita, yang mudah terpengaruh dan nggak tau apa-apa hanya bisa menelan rumor itu mentah-mentah dan membenci dia tanpa alasan yang jelas. Nggak kenal maka nggak sayang, begitulah orang-orang kebanyakan .. Tapi saranku, bila kalian nggak mendapatkan sumber informasi yang jelas atau dari berita resmi, jangan pernah percaya dengan rumor apapun, karena kadang apa yang kalian dengar nggak selalu benar.

Nggak hanya plus aja, film ini juga punya kekurangan. Sangat disayangkan film I AM ini hanya membahas para artis mereka yang aktif di Korea, aku sama sekali nggak melihat ada Henry, Zhoumi, Jang Li Yin, atau J-Min muncul di sini sebagai salah satu anggota keluarga mereka. Entah mungkin mereka memang memiliki alasan tersendiri, tapi tetap aja ada yang kurang bagaimanapun juga. Henry dan Zhoumi terutama, meski tidak aktif di Korea, mereka selalu ikut serta dalam tiap konser Super Junior atau SM Town di manapun, .. aku agak kehilangan mereka sebenarnya. Selain itu, durasi filmnya 2 setengah jam, meski aku bilang keren dan menarik, tetap saja ada beberapa hal yang sebenarnya agak mengganggu dan aku nggak tau apa signifikansinya di dalam film itu. Terutama ketika tiba-tiba aja, di pertengahan akhir film diputar satu clip yang memperlihatkan kontestan top UCC video dance cover. Semua videonya diputar sekilas”, tadinya kupikir bakal ditampilin beberapa yang terbaik .. eh ternyata cuma sambil lalu, cape deh. Lalu jeda blank screen-nya juga terlalu banyak saat berganti satu video ke video lain, I mean, kalau hanya dua atau tiga aja ketika berganti segmen nggak akan masalah, tapi ini terlalu sering jadi berasa anti-klimaks aja jadinya. Okeh, nggak ada lagi yang perlu aku tuliskan, selain hipotesis bahwa sepertinya sutradara film ini hardcore fan-nya Hyukjae.

Sekali lagi ini adalah film dokumenter untuk mempromosikan virus K-Pop dan Korean Wave yang semakin mendunia belakangan ini, terutama para artis SM Town sendiri, jadi jangan berharap kamu akan melihat mereka membicarakan konflik-konflik yang terjadi di dalam keluarganya (seperti kasus JYJ, Han Geng atau lainnya). Ini propaganda, bukan film klarifikasi😄

Fakta-fakta dan analisis film I AM yang berhasil kuhimpun:

1. Terlalu banyak scene Hyukjae di situ bikin proporsi member Super Junior lainnya jadi nggak imbang!!😄

2. Anggota SNSD itu cantik-cantik semua nggak wajar, temans, .. aku merasa seperti Godzilla saat ngeliat mereka close up di layar sebesar itu.

3. Onew Sangtae is real. He’s indeed that weird.

4. Hyoyeon saat masih muda jauh lebih cantik daripada mudanya Yoona. Asli. #theshockingtruth

5. Banyak para artis SM yang wajahnya sama sekali nggak berubah sejak masa audisi sampai saat ini, terutama para cowoknya. (Hyukjae, Minho, Taemin, Sulli, Hyoyeon, Taeyeon, Seohyun, Yoona, Changmin, Sungmin, Jonghyun, Key, Onew, .. lainnya aku lupa). Yang video lamanya nggak muncul itu kurasa memang ada yang di’ubah’ dari bentuk wajah mereka, hihihi..

6. Sangat sulit untuk melihat Amber sebagai seorang cewek, instead of good-looking girl aku ngeliat dia as a pretty boy. Tapi emang bener, bila itu adalah ‘konsep’ yang dibentuk dari SM, years of training memang worth it, tanpa sangat berusaha pun *teringat dengan salah satu anggota Cherrybelle dan 7Icons yang berusaha keras menunjukkan image cewek tomboi* si Amber sudah keliatan sangat cowok. Daebak. >.<

7. Siwon harus lebih banyak beraktifitas dengan Super Junior kalau ingin terus diingat sebagai salah satu member grup ini, karena belakangan bila dia tampil bersama mereka, aku ngeliatnya seperti “Choi Siwon featuring Super Junior” … popularitasnya nggak wajar, they need to let him share the fame.

8. Sepertinya cuma SM yang para artisnya wajahnya banyak mirip” —— Amber=Donghae=Jonghyun —— Kangta=Siwon=Zhoumi —— Heechul=Taemin —— Yunho=Yuri=Seohyun ——

9. Kalau lihat adegan BOA dengan setting kek di Asia Tenggara, .. itu di antara Thailand atau Philippine ya sodara-sodara, bukan Indonesia. BoA nggak pernah ke Indonesia lagi sejak Samsung Award dulu jaman tahun 2004.

10. Aku baru nyadar kalau f(x) debut di tahun yang sama dengan 2NE1, sayangnya kesuksesan mereka punya gap yang agak besar. Mereka tenggelam di bawah pengaruh popularitas SNSD, dan ini mengingatkan aku dengan kasus yang sama yang dialami Super Junior ketika TVXQ masih berjaya. Super Junior baru mulai beranjak naik di tahun 2009 dengan album Sorry Sorry mereka, dan saat itu pamor TVXQ sedang sangat turun karena kasus perceraian mereka … jadi, kalau emang ingin terbang tinggi, f(x) .. you know what to do .. LOL😄 ~kidding kidz, no hard feeling.

The last thing but not least, aku menunggu EXO di produksi I AM 2. *evil grin*

Have a good day!

~xoxo

9 comments

  1. Onnie(bolehkan q panggil onnie?) aku pengen banget baca kelanjutan the sober twist, tpi q gk tau nama akun onnie di twitter,,, kalo bisa, onnie bisa kasih tau gk?? Q tunggu ya…^^

  2. Ya tuhan makasih dee tulisanmu bener2 bikin aku mupeng setengah mati *peluk kyu* tapi yasudahlah Ada yg harus aku prioritaskan wkwkwkwk menghibur dire ini Kiki Dan aku jd bener2 pengen ketemu buat sharing hahaha

  3. Ooo jadi seperti itu filmnya, berhubung akhir2 ini aq lg kena virus saranghyuk aq jd penasan ma bagian hyuk ngedance.
    Btw oleh2 dari jakarta selain review, apakah bakal ada cerita dg setting jakarta pada malem hari? ^_^
    Terima kasih ceritanya…

  4. review yg bagus…
    bener banget banyak arits SM laen yg ga dbahas…TRAX dan The Grace jg ga ad..
    EXO aja nongol terakhiran..he
    tapi ku suka sm I AM..pgn liat lagi tp liat harganyao_O,,tggl bharap sm ‘pak tani’ qta../plakk wkekkkk🙂

  5. review nya kereeen🙂 Andai bisa nonton di Blitz Megaplex T~T
    eniwei, aku penggemar tulisanmu di wattpad lho😀
    Dan aku rasa, kamu cocok buat nulis buku novel atau cerpen gitu
    oya, satu lagi, aku udah dikasih pass The Sober Twist tapi kok ga bs masuk ya ??

    1. gee, thanks…

      password sober twist memang kuganti tiap dua jam sekali, kalau kamu mau baca email aku atau mention aku di twitter, nanti kukirimkan passwordnya,, dan silakan tinggalkan alamat email kamu di mailbox^^

  6. Hyo unni wkt kecil emng jauuuhhh lebic cantik drpd yoona unni wkt kecil,smpe skrg aja masih cantik mirip sm spng hye kyo pula

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s