About Adiemus – Songs of Sanctuary

Aku mendengar lagu ini untuk pertama kalinya bertahun-tahun yang lalu dalam sebuah album ‘Voyage 2’. Gimana ya jelasinnya, ketika aku mendengar lagu ini, yang ada di kepalaku hanyalah bayangan tentang sebuah padang hijau yang luas di tengah pedesaan suatu tempat di negara Inggris, dengan angin dingin yang bertiup membekukan seluruh badanku .. ketika flutenya mulai terdengar mendadak aku berpindah tempat seolah sedang berdiri di tepi sebuah tebing, begitu menyejukkan, begitu mendamaikan. Kurasa kalau kamu mendengarkan lagu ini, kamu juga akan mendapatkan sensasi yang tidak jauh berbeda.

Sepertinya aku membeli album itu jaman aku masih SMP atau SMA ya, ketika aku sedang hobi mengoleksi lagu-lagu bergenre New Age seperti Enya, Gregorian dan juga musik klasik bersama Charlotte Church, Billy Gilman dan Josh Groban. Dari semua lagu genre ini, Adiemus adalah yang paling menancap di telingaku, .. aku masih ingat entah berapa fiksi remaja hasil keliaran imajinasiku sudah kutulis karena satu lagu ini. Beberapa di antaranya bercerita tentang kehidupan seorang gadis yang tinggal di hutan semacam Pocahontas, atau beberapa yang lain yang bersetting alam liar. Haha, .. why am I talking about this in a sudden?

Tulisan kali ini kurasa satu dari banyak postku yang nggak jelas. Aku hanya ingin berbagi satu lagu yang menurutku musik paling Epik yang pernah diciptakan oleh seorang komposer sepanjang sejarah musik dunia.

Adiemus sendiri sebenarnya adalah salah satu gubahan musik tradisional Walsh (satu daerah di Inggris), secara literal diartikan dengan ‘we will draw near’ atau ‘kami akan berada didekatmu’. Diciptakan oleh seorang musisi bernama Karl Jenkins, yang ternyata nggak begitu ngerti apa arti kata ini ketika menciptakan musik ini. Pada saat itu dia percaya bahwa Adiemus adalah sebuah kata dalam bahasa baru yang diciptakannya sendiri, haha.

Lalu saat ini, bertahun-tahun setelah proyek berinisial Adiemus ini dirilis, Karl Jenkins baru mengetahui Adiemus ternyata punya arti dalam bahasa Latin (dengan variasi pengucapan yang agak berbeda). Ironis sekali, terutama karena ide proyek Adiemus ini menggunakan teknik vokal nyanyian dalam bahasa baru yang dia ciptakan sendiri.

Seperti yang Karl pernah sebutkan: “Teks dalam Adiemus ditulis secara fonetik, dengan kata-kata yang terlihat seperti suara instrumen musik. Suara manusia adalah instrumen musik tertua yang pernah ada, dan dengan menghilangkan distraksi liriknya, kami berharap dapat menciptakan sebuah suara yang universal dan tidak akan tertelan oleh waktu tetap abadi. Dengan kenyataan bahwa Adiemus memiliki arti – ‘we will draw near’ dirasa dapat diartikan sebagai konsep yang menyatukan para makhluk hidup dalam sebuah kebersamaan. (loopcs – youtube)

Kalau kalian ingin baca lebih lengkap tentang konsep Adiemus dan scoringnya dalam orkestra, bisa lihat di sini.

Sekali lagi, ini adalah salah satu musik berkualitas yang wajib untuk didengarkan. Nggak banyak memang orang yang menyukai genre New Age saat ini karena kebanyakan sudah sangat poppy, .. tapi apa salahnya sih mendengarkan genre musik yang berbeda, untuk sekedar relaksasi, musik ini sangat tepat untuk menjernihkan pikiran kamu barang setengah jam di tengah hiruk pikuknya kesibukan harian kalian. Hehe..

Oh iya, Adiemus sangatlah berbeda dengan Enya, meski mereka berada dalam genre yang sama. Adiemus tidak dinyanyikan oleh Enya, jadi jangan pernah terkecoh, bedakan aja sendiri, mereka jelas memiliki konsep suara yang sangat berbeda.

Lirik Adiemus:

heeheeheeheeheeheeheehee…..

adie adie mus ta de adie adie a mus ta
adie na ta mus ta me adua
adie adie tu e ma de adie adie tu e ma adie adie tu e made….

adie adie mus ta de adie adie a mus ta
adie na ta mus ta me adua
adie adie tu e ma de adie adie tu e ma adie adie tu e made…

CHORUS:

ademade tu e made ha
ade made tu e ma
hade made tu e ma cora,
hade made tu e ma cora (haye, waye….)
hade made tu e ma cora (haye, waye….)

ha une wa en, ha un wa hee e (2x)

musical break

CHORUS

adie adie a mus ta de
adie adie a mus ta
adie a nade a mus ta adua
adie adie tu e ma, adie adie tu e ma,
adie adie tu e made nade…

CHORUS

yakama yamaya kayame (ha du way hee hee….) (6x)
yaa, kaa haa maa mee (hadua)
yaa, kaa haa maa mee hadua (haye,waye….)

[Lyrics: by http://www.muiic.com ]

Baiklah, sekalian lagi ngomongin lagu New Age, aku kasih juga satu lagu favoritku dari Enya. Kalian pasti pernah mendengar lagu May it Be yang menjadi OST film trilogi Lord of the Rings yang terkenal itu. Tiap kali lagu ini diputar, nggak pernah gagal bikin bulu kudukku merinding. Aku sangat suka liriknya yang ditulis dalam dua bahasa (Inggris dan Walsh), dan suasananya pun nggak kalah damai .. daebak!

Dan yang terakhir adalah Hayley Westenra. Dia adalah penyanyi klasik dan New Age yang belakangan ini merambah genrenya menjadi Pop Soul, pertama kali dengerin dia juga sudah jaman dulu banget saat SMP. Berbeda dengan Charlotte Church yang khas suara soprano Operanya, suara Hayley Westenra ini lebih tipis semacam Gita Gutawa. Sebenarnya dari semua lagu dia aku paling suka ketika dia men-cover lagu ‘May it Be’ milik Enya, tapi karena lagu itu sudah kukasih di atas.. Ini adalah lagu kedua yang kusuka dari dia. River of Dreams.

that’s all then,,

see you in my next post.

~xoxo.

8 comments

  1. hi~ I’m newbie here. Saya Kpopers yang sekarang kurang menunjukkan eksistensinya karena Indonesia ‘sudah terlalu merasa’ mengerti dengan Kpop, dan saya mengalah. Oh ya, saya 97lines (abaikan perkenalan saya ini, so sad u,u)

    oh ya, thanks for ur information about Adiemus (Songs of Sanctuary), untuk Enya (May it Be) saya sudah tahu lagunya sejak lama dan saya sangat suka lagunya, meskipun sejujurnya saya lebih suka Sia (My Love) try to listen this song, dari nadanya saya merasakan sisi gelap tapi penuh cinta (apadeh u,u) hahaha… oh ya, jangan lupakan The Velvet Underground (I’m Sticking With You) sejujurnya saya juga tidak mengerti kenapa saya menyukai lagu itu setelah pertama kali mendengarkannya. Entahlah, saya selalu teringat The Beatles, hahaha… (padahal sama sekali tidak ada hubungannya u,u)

    maafkan saya yang terlalu banyak ‘berkomentar’ ini. saya selalu merasa, saya masih di bawah umur, tapi selera saya berbeda dengan teman-teman saya yang lebih menjurus ke arah anak muda seperti seharusnya, tapi saya lebih suka mendengarkan musik orkestra terkenal untuk pementasan ballet, dan yang paling saya favorite-kan adalah Swan Lake Ballet, Bagian pertama (Act I-IX) Andante karya Tchaikovsky, I love it! Tapi ketika ingin bergabung dengan yang lebih tua, saya selalu tersingkirkan, hahaha… (wait for a minute! I think, I write too many random topics, right? Oh my…, please ignore this part!)

    Yah, senang bisa berkunjung ke blog anda. See ya next (?) time ^^ I dunno when I can visit this blog again, hahaha… Thanks for ur post ^0^

    1. wah senang sekali ngeliat ada juga yang suka musik” klasik dan new age di saat” seperti ini, .. yang namanya umur sama sekali bukan sebuah takaran seseorang untuk menyukai musik apapun, namanya juga bahasa universal, segala macam musik bisa dinikmati segala umur,, tapi memang jarang anak” muda jaman sekarang yang suka musik klasik atau New Age, kecuali kamu pemain piano atau violin dan dibesarkan dari keluarga musik, jadi aku sangat salut …

      aku juga menyukai musik klasik dan orkestra atau opera sejak masih seumuran kami, lebih muda lagi bahkan, pada intinya kurasa karena telingaku menyukai semua genre musik dari yang paling klasik, pop, tradisional hingga dangdut *kalau emang bagus*😄 .. waktu tahun pertama SMAku pernah aku inget, temen aku ada yang pernah ngetawain ketika aku dengerin Opera, sementara nyanyian mereka terdengar sangat indah di telingaku, mereka menganggapnya lelucon orang teriak” nggak jelas, bete .. hahaha *jadi curcol*
      untuk orkestra favoritku masih tetap Kurt Bextor – Innovators, kalau belum pernah dengerin itu wajib untuk jadi playlist kamu, karena musiknya jenius banget, lalu lebih klasik lagi Vivaldi Four Season, musik New Age nggak keitung, buanyak sekali yang bagus termasuk album” lain Adiemus, Lorie Lane, yg sekarang lebih modern adalah Lindsey Stirling, dia seorang pemain biola yang memadukan banyak musik dengan berbagai genre, kamu bisa cari di yutub, dia salah satu favoritku!

      ngomongin musik kadang bisa jadi lupa diri, hehehe,, kurasa bagus sekali kalau kamu memang menyukai musik” ini, nggak selalu ikut mainstream itu bukan hal yang buruk .. semakin banyak kamu bisa menerima berbagai genre musik, semakin luas juga pandanganmmu tentang makna hidup *eeaa bahasa gue* .. have a nice day, terima kasih sudah mampir dan memberi komentar, aku sangat menghargainya!
      aku akan berkunjung ke blogmu lain kali!^^

  2. Ah… Vivaldi Four Season, itu menenangkan jiwa sekali >,,,<) tapi begitu tahu musiknya, beuh… telinga serasa gak mau lepas ndengerin suaranya. Saya juga interest sama musik milik Barry White (eitss, saya suka bukan karena iklan bebelac loh, tapi emang jauh-jauh sebelum bebelac, saya sudah suka) dia salah satu penyanyi Blues paling saya gemari. otaknya saya sudah tercemar oleh musik-musiknya yang keren abissss!

    saya juga suka salah satu finalis Korea's Got Talent entah tahun berapa itu, namanya Sung Bong Choi. Dia itu, bakat banget jadi penyanyi tenornya Korea, check it deh http://www.youtube.com/watch?v=O0n0vSAqdL0 menurut saya sih, suaranya keren ^0^ bukan karena saya suka Korea atau apa, tapi emang pada kenyataannya suaranya bagus…

    yah, sepertinya saya sangat random jika membicarakan tentang musik. bahkan saya hampir membahas para penyanyi jazz asal Indonesia mulai dari Broery Marantika, Ermy Kulit, Tompi, Sandy Sandoro, Raisa, dkk sampai band dengan aliran yang 'ajaib' seperti Evanescene, Linkin Park, Paramore, One Republic, dkk (terbuktikan, kalau saya sangat random u,u)

    sempat di cemooh juga oleh teman2 Kpopers, "Kamu kenapa sih, kok suka lagu jenis ini?" atau "Kamu musik yang kamu suka bukan Kpop sih?" atau "Kamu bukan Kpopers lagi yah?" dan yang paling parah, saya dijauhin teman-teman gara2 aliran musik saya TT…TT jujur, kadang jenuh juga setiap hari ngomongin Kpop terus (ini bukan berarti saya gak suka Kpop lagi atau semacamnya lah) tapi hello, di dunia ini musik juga gak Kpop aja kan yang harus kita denger?? kadang saya heran dengan teman-teman saya, mereka itu apa tidak pernah mendengar lagu lain selain Kpop yah? sampai2 mereka itu… *ehem* Coldplay Every Teardrop is Waterfall saja mereka tidak tahu (huaaa saya sedih banget, soalnya saya juga salah satu penggemar Coldplay) oh please, apa sih yang salah sama lagu itu, lagunya kan kerennn? u,u

    yah, seperti sudah cukup tulisan dan komentar tak penting saya, takut nyeleweng kemana-mana jadinya, hahaha… lain waktu saya akan mampir lagi ^^ ciao~

  3. Blog walking ._.v

    Oh tak pikir cuman aku aja yg suka dengerin lagu ‘aneh’ ini wkwkkwkwk xDDD

    Iya ta setuju, lagu ini tuh sejuk bgt, aku malah bayanginnya di hutan pinus yg seger banget wkwkwk

    May it be – nya enya itu iya bikin merinding, seolah2 rasanya kayak ngucapin good bye dgn kilasan peristiwa2 lalu –”

    Tapi fave ku a/ sweet lullaby >< aku lupa yg nyanyi sapa ._.v intinya sweet lullaby itu lagu nina bobo dari afrika ^^

  4. halo halo maaf kalau komen saya disini gaje
    saya 98 line (masih kecil dan polos banget ), saya lumayan sering mendengarkan musik klasik, tapi baru pertama kali ini saya dengerin musik new age (dan saya sendiri ga pernah tau sebelum liat blog ini)
    Dan lagu Adiemus entah kenapa rasanya seperti diombang-ambing dari padang rumput yang luas kemudian berpindah di atas tebing tinggi dengan semilir angin (?) trus berpindah lagi ke tepi laut dan bermain dengen ombak.
    Rasanya saya bisa mencium bau rumput-rumputan yang sedikit gersang dan panas, bisa merasakan angin yang trus berusaha untuk menjatuhkan, dan bau asin laut yang menenangkan.
    Enatahlah, lama lama saya malah jadi speechless -_-
    oya makasih untuk kakak yang ngepost ini dan bikin saya ngefan sama lagu itu :3

  5. Hai…punapi gatre/apa kbr?
    Knalin aku jga slah satu yg like musik new age.

    Blh tanya? Ada yg tau jdl n penyanyi yg ada di baksound on the spot yg mengenai keindahan alam dunia yg ada di indonesia. Musiknya sehabis porcelin mliknya moby. Pleace bantu dah pnasaran bngt nihhh. Thnks b_fore

  6. Hai salam kenal, aku 14 thn dan suka New Age. Musisi favoritku itu Enya. Aku juga suka Miriam Stockley (penyanyi aslinya Adiemus). Saran nih.. klw suka lagu kayak Adiemus coba nih “Klaus Badelt – ELOI” Ost nya film time machine, sangat ethnical sekali, merinding dengernya.. ada juga nih.. “James Horner-Climbing Up Iknimaya atw Jake First Flight” ost nya film Avatar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s