About Fanfiction – Klasifikasi dalam Dunia Fiksi

Beberapa bulan yang lalu, wattpad untuk pertama kalinya membuka benua fan fiction. Bersama beberapa teman penulis berbakat yang kukenal melalui page Wattpad Indo di facebook (sejak dulu aku selalu terganggu bila kata Indonesia disingkat Indo *sensitif isu negara tetangga*), kami membuat benua ini sebagai salah satu markas besar pertama para penulis fan fiction di Indonesia (sayangnya sekarang orang”nya lagi pada sibuk, jadi sedikit nggak keurus .. siapa yang mau bantuin eniwei? =D) bernama Ville de Fanfiction. Saat itu banyak sekali perdebatan tentang apakah fan fiction itu, bagaimana batasannya dan sejauh apa sebuah karya bisa dikatakan fanfiction, dan mana yang tidak. Jadi, hari ini aku akan berbagi hasil sebuah diskusi yang kubicarakan bersama Irene dan beberapa teman bicara pintarku di dorm.

Tulisan ini juga aku upload di villedeff eniwei.

Fanfiction, menurut saduran di berbagai forum:

Sebuah cerita fiksi yang dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter atau setting yang sudah ada. Fanfic bisa berlaku untuk film , komik, novel, selebritis dan karakter terkenal lainnya. Terkadang sejumlah fanfic menyertakan penulisnya sebagai karakter cerita, ada pula yang tidak.

Plot sebuah Fanfic merupakan hasil imajinasi para fans. Konsep sederhana yang digunakan dalam menulis sebuah fanfic adalah “What if…” atau “Bagaimana jika…”. Dengan konsep itu fans bebas berimajinasi mengenai karakter kesayangan mereka. Fanfic menjadi sebuah art-project yang menyenangkan bagi seorang fans disamping proyek lain seperti membuat wallpaper, scrap book, craft design, atau art work lainnya yang menyangkut bintang atau karakter pujaannya.

Kalau kalian pernah dengar Alternative Universe (AU) (plot baru yang diciptakan sesuai dengan imajinasi penulis, biasanya berbeda dari plot cerita asli sebuah buku/film atau kehidupan asli seorang selebritis), canon (plot dan karakter asli), original character (OC) (karakter baru buatan penulis), slash/yaoi/yuri/shounen-ai (tema ff tentang hubungan sesama jenis) dan teman”nya merupakan istilah yang cukup familiar dipakai dalam penulisan fanfiction ini.

Dan kalau melihat yang sekarang sedang populer dan banyak ditemukan, beberapa fans ‘meminjam’ nama seorang selebritis/karakter anime/manga dengan membuat semacam AU tanpa ada sangkut pautnya sama sekali dengan kehidupan asli selebritis/karakter anime/manga. Mari kita bahas tentang hal ini.

Gimana dengan batasan sebuah karya bisa disebut fanfiction atau malah tergolong dalam genre lain?

Beberapa di antara kalian mungkin berpikir bahwa fanfiction hanyalah sekedar tulisan yang ditulis oleh seorang penggemar tentang buku favorit yang mereka baca, film yang mereka tonton, atau selebritis yang mereka gilai. Tapi sebenarnya fanfiction tidak sesederhana itu. Bahkan untuk membedakannya dengan genre lain (romance, action, adventure, teen/non-teen fiction, dll) fanfiction pun punya aturan dan batasan yang tetap menjadikannya karya tulisan yang lebih spesifik.

Menjawab pertanyaan di atas, AU dengan plot dan karakter yang berbeda nggak masalah tetap dipakai dalam sebuah fanfiction asal ada aspek dalam ff itu yang mengingatkan kita dengan image sang selebritis/karakter anime/manga yang kita jadikan nama karakter. AU yang baik adalah semakin banyak benang merah -dapat pula disebut indikasi-indikasi- yang mengingatkan pembaca akan tokoh di canon atau plot asli, maka karya AU akan semakin lebih meyakinkan. Benang merah ini bukan berarti sesuatu yang berhubungan langsung dengan setting canon-nya, melainkan merupakan analogi yang dapat memimpin pikiran pembaca untuk segera menuju kepada suatu karakter.

Setting dunia boleh beda, tapi harus tetap in-character atau tetap berpegang teguh pada kenyataan yang ada, atau keorisinalitasan karya/karakter selebritis aslinya. Indikasi yang dimaksud ini, mungkin masalah sifatnya, relasi tiap tokohnya (saudara/teman/dll), dan sebagainya yang masih IC. Kalau AU, terus out of character (sifat selebritis/karakter anime/manga yang kita tuliskan dalam fanfiction jauh beda dengan aslinya atau yang penulis aslinya tetapkan) pula, itu namanya original fiction atau fiksi original yang sekedar meminjam nama.

Ketika menuliskannya, kita harus mempertimbangkan diri kita dalam posisi pembaca, .. katakanlah aku datang dari Ethiopia yang nggak pernah kenal siapa itu Naruto misalnya bila suatu hari aku baca sebuah cerita dengan nama Naruto sebagai karakter utamanya, sementara di situ dia diceritakan sebagai seorang anak laki-laki penyakitan dan hampir mati, dengan segala plot yang dikarang oleh penulisnya, .. kalau tidak ada penjelasan apapun mengenai, misalnya bagaimana bentuk wajahnya, sindiran-sindiran halus tentang Naruto yang asli, aku pasti akan mengira karya itu adalah karya original, bukannya fanfiction.

Tapi sebenarnya, karena nama genre ini fanfiction, segmentasi pembacanya pun juga terbatas —-> yaitu para fans dari seorang selebritis/karakter anime/manga atau karya buku dan film lainnya, jadi lepas dari kasus pengecualian di atas, kita jelas lebih mengenal karakter fanfiction yang kita baca dan bisa lebih jauh meliarkan imajinasi kita terhadap plot dalam cerita yang dituliskan.

Kadang permasalahannya seringkali ditemukan beberapa fanfiction yang sebenernya nggak bisa dibilang ff juga karena di dalam ceritanya sang penulis hanya memakai nama seorang artis, dengan plot alternate universe, dan karakternya yang sangat berbeda jauh dari artis aslinya tanpa sebut satupun kesamaannya. Nah teman-teman, itu nggak bisa disebut fan fiction.

Karena pada intinya, fanfiction itu dibuat untuk “ajang pamer”, ketika kita menuliskan sebesar apa pengetahuan kita tentang selebritis/karakter anime/manga, yang kemudian kita buat cerita yang berbeda sesuai dengan keliaran imajinasi kita.

Fiction sama fanfiction itu sangat berbeda.

Fanfiction tanpa research, stalking, observasi besar-besaran tentang selebritis/karakter anime/manga yang akan kita pakai sebagai karakter utama sayang sekali tidak bisa disebut ff.

Yang perlu teman-teman pahami, bukan AUnya yang sebenarnya menjadi perdebatan, tapi bagaimana kamu memberikan benang merahnya terhadap canon .. kalau alur tulisan kita masih menunjukkan ada keterkaitan dengan cerita aslinya, misalnya hubungan antar karakter yang saling bermusuhan atau berteman, atau kebiasaan karakter itu sendiri yang terkenal di kalangan penonton/pembaca masih dimasukkan detailnya, itu masih dikatakan sebagai ff, tapi kalau bukan .. cerita teman-teman sudah bukan lagi ff.

FF itu memang hasil imajinasi para fans, tapi kalau hanya sekedar itu tanpa memasukkan unsur “fanning” kamu apa bedanya dengan fiksi lainnya?

Jangan pernah berpikir setelah membaca tulisan di atas ini berarti pengklasifikasian genre membatasi kreatifitas kamu, ini hanya masalah tipe fiksi aja. Namanya kreatifitas itu tidak terbatas, kalian bebas menulis apapun itu terserah ..  yang terbatas adalah genrenya, kalau semua dibebaskan buat apa ada yang namanya klasifikasi genre, bener kan?

Tentang “SLASH” —–> yuri/yaoi bagaimana kita memutuskan ratenya?

Intinya, sebenarnya yang orang-orang harus sadari benar selayak apa karya kalian untuk dibaca orang yang sudah berumur, unsur seks tidak diperbolehkan untuk anak dibawah umur 13 tahun (19 sih sebnernya) tapi karena gak ada PG19, teman-teman harus memakai rating “R”

Dalam beberapa fandom di Amerika Serikat, Motion Picture Association of America (MPAA) sebuah Asosiasi Perdagangan Perfilman di Hollywood menetapkan rating G (General – bisa dinikmati oleh semua kalangan), PG (Parental Guide – perlu bimbingan orang tua karena beberapa konten dinilai tidak pas untuk anak-anak), PG-13 (harus ada bimbingan orang tua karena beberapa konten tidak baik bagi anak di bawah umur 13 tahun) hingga NC-17 (Not for Childen Under 17 – tidak diperbolehkan dinikmati oleh anak-anak dibawah 17 tahun). – (by MPAA.org). Pemberian rating ini bisa didasarkan dengan adanya konten berisi tema seksual, kekerasan dan juga beberapa isu lain yang tidak sesuai untuk anak-anak di bawah umur 17.

Sementara di Fanfiction.net (sebuah situs fanfiction terbesar internasional), ratingnya dibagi menjadi K (bisa dibaca semua kalangan), K+ (bisa dibaaca hampir semua orang/ ada beberapa konten yang tidak sesuai untuk anak-anak), T (untuk remaja), dan M (untuk orang dewasa).

Itu saja, karena tidak semua orang menyukai yaoi/yuri (terutama aku), kalau tidak pakai rating teman-teman harus memberi warning di judul bahwa cerita itu adalah “YAOI/YURI/SLASH CONTENT“.

Beberapa bulan yang lalu juga, seorang pembaca karyaku pernah meminta beberapa judul fan fiction yang paling aku suka karena dia juga penggemar fan fiction. Aku nggak bisa menjawab pertanyaannya saat itu, bukan karena nggak ada yang aku suka .. hanya saja, aku jarang membaca fan fiction, atau lebih tepatnya membaca sampai selesai.

Permasalahannya mungkin karena aku termasuk seorang pembaca yang sangat pemilih dan idealis. Berbeda ketika aku menjadi seorang penulis, sebagai pembaca aku cenderung lebih perfeksionis dan banyak maunya. Aku lebih suka membaca cerita dengan narasi yang panjang dan deskripsi yang detail, apalagi kalau sang penulis memberikan banyak intrik dan pengetahuan unik dalam ceritanya sebagai bumbu cerita, jadi selain aku bisa menikmati plot cerita yang dia tulis, akupun bisa mendapatkan banyak pelajaran di saat bersamaan. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. .. Jadi, kalau cerita itu hanya sekedar cinta-cintaan dengan narasi seadanya, tanpa setting yang jelas dan terlalu banyak dialog, biasanya cuma aku lihat bentar lalu ‘close‘. Saya puas, Anda senang.

Tapi nanti kalau ada yang memang bener-bener aku suka, pasti akan aku bagi di sini. Dulu sebenernya ada satu atau dua judul yang sangat aku suka, sayangnya itu fanfiction bersambung yang ternyata berhenti di tengah jalan, .. jadi ceritanya ini karena aku terlalu kecewa ff itu nggak dilanjutin, akhirnya aku berhenti untuk membaca cerita bersambung yang belum selesai *bacanya belakangan kalau sudah tamat*. Oke, kok aku jadi ngelantur gini ya.

Eniwei, kurasa itu saja yang bisa kubahas, aku tau kali ini penjelasannya agak sedikit rumit, jadi kalau ada di antara kalian yang masih belum paham dan ada yang ingin ditanyakan silakan angkat tangan. Diskusi kembali dibuka di kotak komentar..

See you on my next post!

xoxo.

23 comments

  1. Saya baru masuk ke dunia blogmu….. wahhhh Cantik sekali ^^
    Artikelnya juga keren-keran…. B)
    “mana nih minumannya… saya manu minum Teh.”

  2. Thanks buat postingan about fanficnya krg ku jadi ngerti batasannya. Aku sempat nulis ff jg. Pi stelah baca postmu, kynya yg kutulis tu bukan ff. Hee *garuk2*
    Skali lagi thank u..

  3. uwaaa kya kyaaa.
    terdampar di sini (?) langsung baca postingan ini banyak banget dapat masukkan..
    terima kasih😀

  4. Selamat mlam ka, Wah senang bgt akhirx bisa nemuin seseorang yg setipe sma q, mksudx setipe dlam memilih fanfic. Q jg gk suka sma FF yg yaoi, ngerasa aneh aja sma ff yaoi yah klo bisa dbilang sedikik jijik#maaf bahasanya. N klo udah msuk di satu ff dan sma skali gk merasa good feeling pas bca paragraf pertama, yah langsung aja kabur dri ff itu. Oh ya q pumya rekomendasi ff pasti kk suka deh, atau kk sudah? Slah satu tau judul ter-hit dri ff x yaitu The Prince Must be Mine(PMM) Authorx Nurama Nurmala(author fav q) dia ada di Fanfiction.net jg, klo ada waktu bisa di bca ko FFx, dijamin gk akan nyesel. Oh ya tukisan diatas great bgt, tq info x,,,

  5. setelah bc ini sedikit ngerti apa itu ff, krna jujur aq gx begitu paham dg karya sastra termasuk tipe2nya, suka bc novel (bbrp bln ni seneng bc ff) dan setelahny hanya komentar ini cerita yg bagus bisa diulang berkali bacany karna gx bosan bacany, bagus tp cukup sekali dibaca, atau ya biasa aja ceritanya.hehe
    terima kasih atas ilmuny ug di share

  6. Halo ^^
    Aku lagi bikin TA tentang fanfiction, aku ijin ngambil referensi disini ya? Janji full credit kok. Terimakasih sebelumnya🙂

  7. Terimakasih buat mbak dee yang mau share ilmunya, semoga barokah ya mbak🙂
    karena aku baru tahu, dan bermanfaat sekali setelah baca ini.
    Jangan bosan kasih ilmu yang lainnya ya mbak😀

  8. baru tau deh ff itu bukan sekedae fiksi yg cuman minjem nama artis, dan sebenarnya ajang pembuktian seberapa kenal seorang fans sama idolnya.
    tengs kak infonya, nambah pengetahuan bgt.

  9. Gara-gara baca postingan ini aku jadi legaa banget, Ta😄
    Tadinya aku takut tulisanku itu bukan fanfiction karena nggak ada korea-koreanya. Tapi setelah baca ini, aku jadi tahu kalo fanfiction bahkan bisa seliar apapun asalkan masih ada benang merah dengan karakter/kebiasaan/hubungan/hal-hal favorit seleb yang kita ambil sebagai tokoh kita hihihi😄

    Jadi, terima kasih banyak udah ngeshare postingan yang sangat bermanfaat ini Distaaaaa ^^
    Btw, postingan ini boleh di-reblog kah, Ta?😀

  10. Tiba” terdampar disini😀 saat melihat post-an yg Fanfiction: fiction, genre and length lalu ada link yg membawaku kesini.

    Terima kasih banyak buat penjelasannya , aku memang masih mencari” pembahasan seputar fanfiction berhubung aku hanyalah reader jd kurang memahami hehe.

  11. Kak deeee, salam kenal aku fefe. aku baru baca baca artikel kakak. suka dengan cerita-cerita yang kakak buat apalagi tentang fanfic ini. jadi terbuka lebar dan lebih tahu tentang fanfic. kebetulan aku suka baca dan nulis fanfic. hihihi aku numpang reblog ya kak🙂

  12. wah, penjelasannya bagus banget kak dista.
    emang belakangan ini aku lagi cari2 artikel tentang fanfiction. soalnya lagi bingung gimana caranya nulis fanfiction yang bener. tapi ada satu yang mengganjal di pikiranku kak. dulu aku lebih suka baca buku daripada ff tapi semenjak mengenal dunia KPOP lebih dalam,😀. mau gak mau aku terseret di dunia per ff an. dan aku nemu banyak ff Indonesia dan terjemahan yang bagus2 kak. tapi setelah aku baca site ini dan tahu kalau kak dista gak terlalu suka ff, aku jadi penasaran, gimana pendapat para penulis profesional tentang fanfiction, karena jujur sekarang aku jadi mikir kalau ff itu jadi semacam genre yang dihindari oleh penulis kalangan “atas”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s