I Owe Robert Frost the Whole Inspiration

Siapa sih yang nggak tau Robert Frost??

Aku rasa hampir semua orang di muka bumi ini pasti tau siapa dia *ya yang tau aja sih XD*, atau seenggaknya pernah dengar namanya. Pertama kali mengenal puisi Robert Frost dulu waktu aku lagi sangat tergila” dengan serial Rosewell, di mana salah satu pemerannya (yang pernah aku bilang mirip dengan salah satu member A1) bunuh diri dan ninggalin sebuah pesan, yang kemudian aku search di internet *yes, waktu SMP aku udah kenal mainan ini, haha* dan dapatlah pesan itu ternyata diambil dari petikan stanza terakhir  ‘Stopping by the Wood on a Snowy Evening‘. Semenjak itu aku suka sekali dengan puisi ini, meskipun nggak ngerti-ngerti amat apa maksutnya.

Whose woods these are I think I know.
His house is in the village though;
He will not see me stopping here
To watch his woods fill up with snow.

My little horse must think it queer
To stop without a farmhouse near
Between the woods and frozen lake
The darkest evening of the year.

He gives his harness bells a shake
To ask if there is some mistake.
The only other sound’s the sweep
Of easy wind and downy flake.

The woods are lovely, dark and deep.
But I have promises to keep,
And miles to go before I sleep,
And miles to go before I sleep.

– Robert Frost

Begitu aku kuliah Sastra dan dapat beberapa teori buat mengupas dan menganalisis puisi, aku mulai tertarik buat mencari tau apa maksut sebenernya dari puisi ini. Di dalam puisi ini, dan seperti kebanyakan karya Robert Frost yang lain, sarat dengan simplicity, natural landscape, alienation, dan konflik batin seorang manusia.

Robert Frost sendiri adalah salah satu tokoh Modernist yang terkenal, yang mencurahkan kehidupan sehari-harinya ke dalam puisi yang dia ciptakan dengan gayanya yang cenderung klasik (dilihat dari tatanan stanza dan rhyme yang masih seperti puisi jaman baheula) dan juga bahasa yang mudah dimengerti, tapi sarat dengan ambiguitas, .. yah, namanya juga modernism, akan selalu ada maksud tersembunyi di dalam tiap katanya =D

Tapi bukan puisi di atas yang akan aku bicarakan sekarang, ada satu puisi lagi, yang sebenernya aku sering denger, tapi nggak pernah aku baca secara mendalam, i.e ‘The Road Not Taken‘. Yak, puisi ini terkenalnya luar biasa, menjadi judul yang selalu disebut pertama kali ketika seseorang menyebut nama Robert Frost. Meskipun begitu, baru sampai hari ini akhirnya aku mulai membacanya dengan serius dan menginterpretasikannya dengan gamblang. Mungkin kalau bukan karena ini untuk tugas presentasiku besok, aku nggak akan baca puisi ini dalam waktu dekat. Reko Serasi, partnerku kali ini sudah repot membantu buat memahami puisi ini.

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I–
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

– The Road Not Taken –

Robert Frost

Hampir sama seperti Stopping by the Wood; The Road Not Taken talks about choices. Kalau kubilang sih, The Road Not Taken ini terusannya Stopping by the Woods bila diinterpretasikan secara literal. Jadi setelah si ‘I’ ini ‘kongkow’ di pinggir hutan dengan danau sore-sore, lalu dia melanjutkan perjalanan setelah sebelumnya menimbang-nimbang untuk tetap tinggal, hanya saja dia mengurungkannya karena punya ‘janji’. Dalam perjalanannya, dia lalu ketemu dua jalan yang bercabang, menimbang-nimbang lagi  jalan mana yang harus dia ambil, karena kedua terlihat berbeda, lalu akhirnya dia memutuskan untuk mengambil jalan yang ‘kelihatannya’ nggak banyak dilalui orang, dengan mantap, tanpa ragu untuk kembali lagi.

Itu surface meaningnya, lalu deep meaningnya??

Lagi-lagi, seperti yang sudah kubilang di atas, karya Robert Frost nggak akan jauh dengan yang namanya konflik batin kehidupan seorang manusia, yang terjadi dalam keseharian kita. Dengan cantik Robert Frost berusaha untuk menyampaikan nilai-nilai moral yang dilambangkan dengan suasana alam yang tenang dan cenderung solemn. Puisi ini, buatku pribadi, benar-benar mengajarkan sebuah hal yang penting: JANGAN TERBURU-BURU DALAM MEMUTUSKAN SESUATU, DAN YAKINLAH DENGAN PILIHANMU.

Yah, ‘Two roads diverged’ melambangkan kesempatan, saat kita berdiri di antara dua pilihan, kita sama-sama nggak tau apa yang ada diujung pilihan kita nanti, semuanya masih kabur dan kita harus memutuskan untuk yang terbaik, maka Robert Frost mengajarkan kita untuk memikirkannya dengan dalam, tanpa harus terburu waktu, tanpa emosi, tanpa ambisi. Dua stanza teratas memperlihatkan bagaimana si ‘I’ memikirkan dalam-dalam jalan mana yang akan dia tempuh, menimbang-nimbang dari sore hari .. mengamati satu jalan hingga hilang dibalik semak-semak, lalu jalan lainnya yang terlihat lebih ‘lively’ dan konon lebih banyak dipakai orang. Tapi dia nggak langsung memutuskan begitu saja, ‘I’ menunggu sampai pagi sampai di line pertama stanza ketiga ‘And both that morning equally lay’ yang memperlihatkan kesabarannya dalam proses pengambilan keputusan.

The Road Not Taken mengajarkanku untuk berani mengambil resiko atas pilihan apapun yang aku ambil setelah dengan matang mempertimbangkannya, dan juga tidak menyesalinya. Selain itu, ada lagi yang paling penting, .. yaitu ‘ikutilah kata hatimu’. Dilihat dari mulai line ke2 stanza terakhir ‘Two roads diverged in a wood, and I– I took the one less traveled by‘, si ‘I’ akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan yang lebih sedikit orang mengambilnya. Robert Frost mengajarkanku untuk tidak mengikuti kebanyakan orang dan memutuskan sesuai dengan keyakinan dan kepentinganku, karena belum tentu pilihan yang orang banyak ambil ini akan baik juga ujungnya buatku.

Puisi ini bener-bener bagus, .. bahkan luar biasa, sayang banget aku baru baca sekarang *meskipun gitu aku juga nggak bisa nyesel karena nggak baca dari dulu*. It pays me a great inspiration, karena biasanya aku termasuk orang yang nggak sabaran apalagi kalau harus disuruh milih satu di antada dua, atau banyak. hehehe… Aku belajar bahwa, keputusan itu, apapun tujuannya harus didasari dengan keinginan yang kuat, kesadaran, dan pengertian bahwa nantinya keputusan itu, dan masa depannya adalah yang akan kita jalani. Karena waktu nggak bisa terulang kembali. Kita harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya waktu yang kita punya sebelum keputusan itu dibuat, mempertimbangkannya dengan rasional dan menerima apapun resikonya dengan ikhlas dan lapang dada. Apapun itu, .. karena siapa lagi yang bisa kita salahkan kalau bukan kita sendiri?

aku jadi semakin mengagumi Robert Frost, dan sekarang mulai baca dan menginterpretasikan puisi-puisinya yang lain. Maka dengan apapun pilihan yang buat, apapun resikonya, bagaimanapun kejadiannya ..

This less traveled by, 
And that has made all the difference.

p.s

Oke, aku tau beberapa di antara kalian yang mampir ke post ini pasti sedang mencari materi untuk persentasi atau tugas sastra menganalisis puisi ini. Aku nggak keberatan kalau kalian mau copas artikelku, hanya saja bila kalian memang melakukannya, tolong bilang di kotak komentar at least to say for courtesy, ya, karena ini hasil analisisku dengn temanku.

.xoxo.

7 comments

  1. Admin…mianhaeyo sebelumnya karena ga komentari soal itu….ini tentang insiden kiff yang admin posting di hallyu.. setelah membaca itu aku ngerasa satu paham sama admin. admin itu shawol yang smart kalo boleh dibilang. suka shinee sjk akhir 2009, tp mungkin untuk aku sendiri masih ketinggalan ini itu. termasuk kegiatan ‘menguntit’ yg blm aku tahu sebelumnya ,yang menguras kocek dan tenaga,, aku setuju dengan semua yang ada di postingan itu. aku juga tinggal di bengkulu yang ga bisa dgn mdh melakukan apa-apa saja yang dilakukan shawol2 ‘crazy’ lainnya ketika shinee datang ke jakarta..sediih juga ga berkesempatan utk melakukan apa yg dilakukan shawol untuk itu…trus terang aja apalagi wktu 1st concert mereka ataukah mgkin hrs..aku menunggu 2nd,3rd,4th concert mereka utk bs bertemu scr lgsg sperti admin?tp ga boleh sedih! terus berjuang sebagai shawol! kamsamnida…….selesai baca itu aku ngerasa mendapat pljran ttg yg nmnya menguntit….

    1. thanks sudah baca, tapi seperti yang aku bilang juga di sana bahwa aku hanya menterjemahkan fan-account yang aku ambil dari SFI, yang kamu baca itu bukan pengalaman aku.
      Tapi ya, aku sepaham sama dia, dan itu juga bikin kita bertiga satu paham ttg semuanya, yg paling penting adalah apapun yang kamu lakukan untuk mereka, sesuka apapun kamu, jangan bahayakan dirimu sendiri =D

  2. Hey kak diasta🙂 jujur enggak tau kenapa aku pengen banget komentar tentang ini
    Ini bagus banget aku suka ya walupun bukn semacam ff or fiction . Tapi jujur aku suka sesutau yg bernau sastra seperti ini. Kadang puisi juga memberikan sebuah jawaban dari kegelisahan . Meneurut ku. Baca hal yang bersangkutan dengan sastra itu jauh lebih enak . Dan satu lagi enggak tau kenapa tapi setiap kehidupan manusia pasti akan bersangkutan dengan sastra itu.

    Aku jadi pingin buat cari bukunya atupun sekedar googleing puisinya🙂
    Makasih ya kak udah posting ini menambah sesutu hal yg baru buat aku

  3. robert frost ini salah satu american poet yg nggak bakalan aku lupa namanya apalagi dengan puisinya “The Road Not Taken” (yg lagi dibahas sekarang) karena tugas akhir semesteranku yg mewajibkan buat meneliti makna puisinya
    awalnya sumpah agak pusing ngeliat pemilihan katanya dy (dan mungkin juga karena aku yg masih belum terbiasa dgn puisi) tapi setelah tahu makna yang terkadnung didalemnya langsung tau deh bahwa puisi ini sebenernya banyak maknanya
    kalau ak boleh bilang sih sebenernya puisi ini lebih ngajarin kita buat ngikutin pilihan hidup yg kita mau walaupun itu cenderung mainstream dan nggak umum untuk dipilih oleh org kebanyakan
    makasih ya kak dee udah mau ngupas tentang puisi Robert Frost yg satu ini..😀

  4. sorry saya tidak komentari tulisan anda, karena emang udah oke.
    Sekedar masukan, anda bisa baca serial the The Maze Runners. Lebih seru lagi kalau nonton filmnya di layar lebar. Isi cerita sepertinya ada kemiripan dengan The road not taken nya Robert Frost. Konflik antara memilih kemapanan atau fight untuk yang lebih baik. Selamat menonton!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s