About SHINee Onew = B.A.N.C.I

SHINee Onew

banci.

BANCI.

B-A-N-C-I.

Kata ini bener” menganggu kepala saya hari ini, setelah seorang teman menyebutnya beberapa kali ketika nangkep saya ngeliatin fotonya Onew di hape temen saya yang lain.

“Pernah nonton P.S I love you nggak? kalo itu kan cowok banget.” kata dia kemudian.

tiba-tiba saya teringat pernah nemuin komentar ini di sebuah web,

atau komentar ini yg saya dapet pas lagi blogwalking (nggak tau blog siapa):

First thing first, I’m not trying to defend anyone, or any race or all. But this kind of saying, this kind of thinking, it’s totally unacceptable.

It’s been over 7 years since the first time I laid my eyes on my-kind-of-race-look of man, Asian men, kekeke~ yang mana bikin saya tidak pernah merubah tipe ideal saya, since then. Dan selama 4 tahun juga saya sering mendengar hal yang sama ketika orang-orang ini mulai men-judge seenak udele dewe.

pretty boy = sissy

cowok dengan wajah feminim = maho (wat de fak even this hell means)

is that fair??

Saya nggak pernah peduli dengan orang yang hobinya mencela orang lain yang dia anggap agak berbeda atau lebih dari yang dia punya, bahkan saya nggak pernah mencoba untuk menjawab dan memperdebat orang” ini karena saya tau it’s just wasting time terutama kalau yang diajak ngomong “pendidikannya rendah” dan “kurang pintar”, tapi kalau yang disebut-sebut sudah sampai fisik, saya nggak pernah suka. Dan berhubung hal ini sangat mengganggu saya, so I start to have a small research dengan mencari definisi arti banci sesungguhnya.

Dari situs artikata saya mendapatkan ini:

atau seperti yang saya dapat definisinya di satu blog pinggirmalam:

Kalo belum jelas, mau dapet penjelasan yg lebih njlimet lagi? saya dapet dari forum arsiteknya Trisakti *heran juga ngeliat para arsitektur ngomongin banci* pembahasannya dilihat dari segi dekonstruksi dan simbiosis:

” … Dari sudut pandang dekonstruksi (sejauh yang gw tau), keberadaan banci merupakan realitas kehidupan sehari2 yang dengan gamblangnya menentang pola pikir masyarakat umum tentang pemisahan pria-wanita. Dengan kehadirannya (banci –red.), kita mempertanyakan kembali pola pikir kita yang lama, dan seharusnya kita dapat memiliki suatu pola pikir yang baru yang mampu mengakomodasi keberadaan banci, karena hal tsb (banci –red.) merupakan sesuatu yang nyata, bukan khayalan di dunia mimpi. Bukan tidak mungkin apabila gelombang dekonstruksi semakin populer di masyarakat, suatu ketika kita sebagai desainer dituntut untuk merancang toilet untuk pria, wanita… dan banci.

Sekarang mari kita lihat keberadaan banci dalam konteks simbiosis. Dalam simbiosis ada dua istilah sakti, yakni sacred zone dan intermediary space (mau tau artinya? Baca buku philosophy of symbiosis-nya Kisho Kurokawa). Kita cenderung melihat banci sebagai sebuah bentuk intermediary space antara sacred zone pria dan sacred zone wanita. Anggapan ini bisa benar, bisa salah, ataupun tidak kedua2nya. Menurut gw, banci pun terdiri dari 2 sacred zone dan sebuah intermediary space, masih ada nilai2 atau sifat2 dasar pria maupun wanita yang utuh atau tidak saling terkontaminasi satu sama lain (contoh: pernahkah anda dikejar2 banci yang marah? Gw yakin, banci2 tersebut akan menjadi sangat pria ketika marah). Sedangkan intermediary space dalam banci merupakan sebuah produk dari manajemen konflik antara dua sacred zone yang ada. Bagaimana seorang banci melembutkan suaranya ketika bicara, atau bagaimana cara dia berpakaian dapat dikatakan menjadi contoh realitanya.

Selain itu, pada dasarnya kita semua pun tak ada yang sepenuhnya pria atau laki2. Dalam konsep psikologi dan kedokteran modern, dinyatakan dalam diri kita pasti ada sacred zone pria maupun wanita, hanya presentasinya saja yang berbeda2. Jadi, bisa dibilang kita semuanya ini banci…. hanya mungkin masih kelas ringan! …”

——-

tiga tulisan berbeda, dengan inti yang hampir sama. Istilah banci digunakan bagi individual yang cenderung untuk bersikap dan bertingkah laku seperti perempuan > karena istilah ini lebih dirujukkan untuk laki-laki. Sekali lagi, banci digunakan untuk merujuk pada para pria yang bertingkah/ merasa sebagai perempuan, bukan yang wajahnya mirip perempuan.

[edited 120711]

Saya pernah baca satu komen di artikel blog lain di mana saya post artikel ini juga bahwa mereka tetap dibilang banci karena memakai make up tebal (saat tampil di atas panggung/televisi), kurasa kembali harus saya katakan bahwa ini bukanlah hal yang perlu diperdebatkan. Sudah hal yang wajar (bahkan sangat diperlukan) untuk seorang selebritis memakai make up di atas panggung, sekali lagi, karena ini adalah tentang pertunjukkan seni. They’re artists, right? Seni adalah tentang keindahan, siapa sih yang mau ngeliat tampang kusam dan berminyak di layar kaca? apa cantiknya? The thing is, para pria ini toh nggak ber-make up tebal kesehariannya dari pagi sampai malam (yeah, foundation/or BB cream paling lah, buat kelihatan rapi karena kepentingan image).

Kembali ke kasus awal, these people, as far as I know menghakimi para pretty boys yang sekarang lagi ramai refers to Korean or Chinese boys karena konon wajah mereka cenderung feminim, dengan menganggap mereka banci, atau bahkan gay. Like hell they even know what gay means.

I can’t seem to find any exact reason why people look down on these Asian stars, because they dance dazingly? because they sing perfectly? or even to the most basic jealousy, because they’re famous?? I was just thinking, nggak adil bila orang disalahkan hanya karena muka mereka lebih cantik dari kalian (menunjuk para wanita), atau jauh lebih charming dan bikin cewek-cewek kalian lebih suka mereka dibanding kalian (menunjuk para pria). I wish they really paid attention to Geographic and Biology class they’d attended on high school, bila bisa diingat bahwa letak topografi sebuah negara, demografi, iklim, dan lingkungan bisa mempengaruhi morfologi wajah manusia, itu kenapa cowok-cowok asli bangsa kita nggak ada matanya sipit ato berkulit pucat, kecuali bila cowok-cowok ini blasteran.

Kalau diperhatikan dengan lebih baik lagi, cowok-cowok bangsa Aria di India dan timur tengah sana, wajah mereka jauh lebih cantik dibanding cowok-cowok Asia ini. Lalu bila masalahnya jadi cowok Korea yang dibilang feminim karena itu berkesan banci, menurut saya bukanlah hal yang bisa diperdebatkan. Kenapa? lihat lagi judulnya, cowok Korea, yang bawa-bawa nama negara, dan itu pasti sarat hubungannya dengan budaya. Bila orang-orang ini ingat lagi pelajaran Sosiologi dan Antropologi jaman SMA, bahwa budaya muncul dari refleksi hidup keseharian sebuah lingkungan sosial, dan bahwa budaya ini sifatnya mutlak, nggak ada yang bagus atau yang jelek karena takaran bagus atau tidaknya ini tergantung oleh tiap masyarakat tertentu yang heterogen.

intinya, kita nggak bisa mencela budaya lain hanya karena, salah satu contohnya, cowok di negara mereka duduknya nyilang, yang mana di sana adalah adalah bentuk tata krama dalam acara formal, sementara di negara kita duduk seperti itu biasanya dilakukan oleh perempuan. Itu budaya, bukan banci.

Contoh lain yang saya pernah denger, cowok Korea suka pake lipbalm dan hand cream. haloo~~??? Iklim Korea itu dingin loh, dan kering. Kalo nggak percaya coba aja ke sana sendiri, dan nggak perlu di musim dingin, rasakan bibir dan kulit kamu ngelupas tanpa pelembab dengan tingkat moisturizer tinggi (bahkan pelembab yang biasa kita pake di Indonesia aja nggak mempan). Semua orang yang tinggal di iklim subtropis juga pake kalee, … Itu budaya, bukan banci.

Karena itulah saya setuju banget dengan kata-kata Adhistana dari forum arsitek Trisakti di atas yang bilang bahwa: tidak ada pria/laki2/jantan, tidak ada wanita/perempuan/betina, yang ada hanyalah manusia (kalau memang ada)… yang dibedakan berdasarkan -maaf- p*nis dan v*gina.

Sebagai orang yang menjunjung tinggi dogma bahwa kejantanan hanya bisa dibuktikan di atas ranjang, Saya menolak dengan keras sikap chauvinis dan judgment atas dasar yang tidak edukatif semacam ini. This is the time for us to speak like an educated people, bukan hanya omongan tukang ojek yang beranggapan bahwa Gerard Butler is more manly hanya karena dia nggak cukur jenggot dan punya jambang. Komentar-komentar seperti itu just make them even look much like a stupid.

Kalau saya ambil kesimpulannya, menjadi banci itu pun bisa menjadi sebuah pilihan. Seorang cowok tumbuh menjadi banci karena lingkungan yang mendukung dia menjadi sosoknya seperti itu, bisa dari orang tua, tempat gaul, etc. Waktu saya dulu nonton acara ‘Be A Man’ di Global TV, saya liat banyak yang akhirnya para banci ini kembali ke diri mereka as they supposed to be, setelah berbulan-bulan hidup ala militer. Dan hey, cowok-cowok Korea yang kalian bilang banci ini merasakan indahnya WAMIL, loh. .. gimana dengan kalian?? (menunjuk para pria)

sekali lagi, tulisan ini bukan bermaksut untuk membela para cowok korea based on my bias. Saya juga bakal bela SM*SH abis-abisan kok kalau mereka nyanyi dengan baik, atau kalau mereka ngabisin seenggaknya 4 tahun training sebelum mereka debut sebagai penyanyi atau aktor. And you know what? Saya pikir Justin Bieber itu keren for he’s singing well, dan suaranya yang orang-orang bilang seperti cewek itu sangat insignificant. Hello~~~?? Justin itu masih 15-16 tahunan waktu album pertamanya keluar, dan di umur segitu saatnya suara dia berubah. Don’t blame Justin Bieber, or SHINee Onew for their singing talent and amazing looks, blame on your primitive judgement and poor brain.

Speak like an educated people, that’s how you can appreciate what God has given to you on earth.

sekian.

xoxo.

47 comments

  1. Wah yang bilang pretty boy itu banci perlu di sekolahkan! Banci itu kan…. yg buat ngerebus air… *krik*

  2. ini PENTING!!!!!! repeat… PENTIIING banget buat disebar luaskan…
    gw juga ga ngerti kanapa semua orang begitu liat boyband korea langsung bilang ” iiih ko kaya banci si???”
    apa yang salah dengan mereka??? dimata gw semuanya wajar2 aja… kecuali emang mukanya yang cantik-cantik (bikin gw malu sebagai cewe… coz ga punya muka secantik mereka kekekeke)..
    gw pernah baca salah satu member boyband indo yang katanya mengusung K-POP
    pernah nulis di twitternya ga mau disamain ma suju coz menurut dy anak suju kaya banci….
    astagggaaaa…. BANCI???? ga salah??? dy ga ngaca apa kalo dy sendiri jalannya rapet???

    *UUUps jadi curhat*

  3. ya ampun… sumpah RT beraaattt…!!
    banci? huh, apaan BANCI?! itu yang ngomong ga diliat dulu!
    bagus bgt postingannya, mesti disebarkan!

  4. haduh, judulnya bikin kaget.. dari sekian banyak manusia, kenapa harus onew yg dicela sama temen kamu -__-”
    dia itu paling gak macem2, paling simpel, paling baek, kenapa harus diaaa.. T-T

  5. well, at least artikel ini bener banget. saya juga dulunya termasuk orang yg ngebilangin cowok2 bermuka cewek adalah banci, tapi skrg ga lagi. banyak kok cowok yang bermuka cewek salah satunya macam Tex Saverio. masalahnya orang kita kalau ngeliat cowok metroseksual biasanya mengkategorikan mrk sbg banci or even a gay. padahal sbnrnya sih mrk sih sama dgn .laki-laki pada umumnya, hanya wajah atau mungkin gaya mrk yg kurang manly. so whats the big deal? daripada ngotorin mulut dan pikiran, mending skrg berpikir apa yang akan kita lakuin hari ini dan bsk 8)

  6. menjelekkan dan menghina orang emang gak bener….
    kalo masalah suka dan gak suka ya terserah masing2 orangg, termasuk melihat seorang laki-laki mirip wanita itu adalah sebagai suatu hal yang anehhh, dan mengganggap orang yang menyukai mereka lagi adalah hal yang lebih anehhhh….. belum bisa masuk logika saja kaliiiii bagi orang2 seperti ini (dan mungkin termasuk sayahhh)….. sing penting akur, ojo jotos2an……. CMIIW

  7. Setuju!!! Mana bisa cowo Korea dibilang banci!! Hhuuuuhhhh… sebel.. sebel.. sebel… Bilang aja kalo mereka iri sama cowo korea kan beres… huuuuhhh…

    Boleh reblog ini postingan atau sebar link postingan ini gak? soalnya mau aku kasi liatin ke orang yang bilang biasku b.a.n.c.i

  8. Yeah,,,xD!! I agreed with you..your`thoughts as same as like mine ^^
    their Judges before they even didn’t know the truth or the real facts..
    How Could them.. ?

  9. Wow,, bahasannya bnr2 panjang dan detail. Bagus, chingu!
    Aku stuju bgt ma chingu dg org2 yg sll pikir cowo korea itu gay krn dandanan mrk. Mrk gak pernah tahu dibalik wajah2 cantik itu ada sikap yg sperti apa. Hanya krn cowo2 di negara kita yg pd doyan merokok, berpenampilan dekil yg menurut mrk macho, lalu menunjuk para pretty boys sbg gay??
    Oh come on, bahkan kekuatan fisik para pretty boys itu lbh kuat dr pada cowo2 sini.
    Kl soal penampilan di stage jangan salahkan para idol lah, mrk hanya memakai apa yg sudah ditetapkan oleh stylist mrk. Walopun kadang gw jg suka kecewa dg hasil gawean para stylist itu yg membuat idol2 jd terlihat feminim or look like gay. Tren make up di korea jg saat ini memang berbeda dari tahun2 sblumnya. Bs dibilang tren skrng adalah make up tebal utk membuat kulit lebih pucat dan putih, dengan ditambah rambut yg dicat terang. Gak cuma cowonya tp idol2 cewe di korea jg sama. Lalu kl seperti ini apakah kita hrs menyalahkan para pria itu???
    Sistem manajemen artis disana berbeda dg di sini. Artis sini smua penampilan dia sndiri yg menentukan. Kl di korea tidak sebebas di sini. Kita bs lihat bbrp artis yg tampil bitchy di panggung ternyata diluar panggung dia sangat polos. Jd dg para idol cowo yg berdandan pretty boys bukan berarti mrk dalam kehidupan keseharian bertingkah melambai ala banci!
    Selain itu gay di korea justru lebih taboo dibandingkan di negara kita sendiri yg ternyata jumlahnya diem2 menghanyutkan.
    So don’t easily judge korean guys are gay!

  10. Banyak juga temenku yg bukan kpopers gak suka bahkan menghina bb&gb&aktor&artis korea yg katanya ‘banci’.. Yang katanya Lee Minho jalannya cewek bgt. Ato apalah yg bikin kupingku menderu (?)

  11. aku setuju! sekarang juga Justin kan suaranya udh manly. klw gapercaya bisa denger di lg Boyfriendnya JB. Yang paling sering kena judge kaya begitu itu Heechul,Jaejong,dll yg mukanya memang persis perempuan! dulu temen2 ku liat foto2 SHINee di laptop ku, trus pada liat dan bilang Onew sm Key kaya banci! ditambah lagi ortu aku juga bilang kaya gitu…. -____- harus sabar aja ini maaah -___-. mungkin mereka harus baca artikel ini. ijin sebar yaaa ^^

  12. lagi blogwalking dan nemuin tulisan ini..

    yeah, gw setuju banget! pria2 di sekitar gw yang sok jantan (padahal mereka sama sekali gak pernah membuktikan kejantanan mereka ke gw /plak) mencibir gw yang emang suka sama Jaejoong yang cantik luar biasa itu *digampar*

    dan sebenernya aku juga sangat2 kesal dan risih kalo liat jaejoong dipasang2in sama COWOK lain.. T_T karena aku juga orang timur yang masih memegang teguh adat ketimuran, memangnya mereka mau idola mereka melakukan hal yang melanggar norma sosial dan agama?

    oke, cuma uneg2, gak bermaksud ngajak ribut pihak manapun, dan terima kasih udah bikin tulisan ini..

  13. Nobody can bash our Onew. Onew hyung is not a sissy. What are we now? Racist too? Heck- shame on them. Why can‘t they see -once from girls/fan view point? Uh… but, btw thanks.

  14. Yaampun begitu blogwalking terus nemu tulisan ini. Ini cuma bisa ngeklik tombol like sekali doang nih??? Aduh pengennya seribu kali nge-like tau gak. Saya suka banget dengan berbagai argumen yang memang berdasar dan bener-bener educated. Gak kaya mereka-mereka yang menghina, asal ceplos gitu. Keren! Sebarluaskan ah~~

    1. hehehe .. dipencet berkali-kali juga nggak papa biar mantab asal yang terakhir tetep ‘liked’😀
      kita memang harus cerdas untuk menanggapi hal semacam ini, nggak mudah emosi *seperti gaya tulisan saya di atas, pardon >,<* dan terlebih lagi kritis biar nggak debat kusir yang jadinya ad hominem.
      Terima kasih ya🙂

  15. iseng2 liat TL. nemu ini. dan terharu. ada juga yang ngebahas ini. kupingku bener2 panas denger mereka bilang banci banci gitu. “cowo banci kok disukai”
    hiiih suka2 gue lah. harusnya ga usah nge-judge seenak udel. hhiih -_-

    sangat bermanfaat. aku reblog ya kak😀

  16. sama-sama…urrg akhirnya nemu juga yang bisa ngomongin secara cerdas rasanya ‘marah’ kalo ada yg bilang” ini maho itu maho, ini gay itu gay. q ngga bisa ngomonginna gimana, tpi waktu itu q taunya… mau gimana lagi mereka kan artis, ga masalah dong pake baju sma makeup kek gitu. dan YEP, aku juga selalu mikir kalo SM*SH harusnya training. Intinya q nangkep, setuju bgt sma artikel ini, cuman ini lebih cerdas nyampeinnya, kalo q cman mangap-mangap marah #halah.

  17. AKU SUKA BANGET ARTIKEL INI SUMPAH!!!!!!!!!

    ini menjawab kekesalan aku selama ini.. suka kesel banget kalo bias dikatain maho lah banci lah, apa lah. dih udah geregetan banget. tapi cuma bisa senyum aja lah, males juga ngeladenin omongan gak berguna gitu.

    omongan temenku yg masih aku inget sampe sekarang “masih 19 tahun udah jadi boyband, dih (maksudnya bb itu mengarah ke banci)” -TERUS MASALAH BUAT LO?!- Argh kesel bgt itu. trus kenapa kalo dia bb? toh dia udah bisa nyari duit sendiri kan. bisa ngebanggain ortunya. itu pekerjaan halal. belum tentu umur segitu dia bisa nyari duit sendiri plus ngebanggain keluarganya!! maaf curcol thor, kesel bgt lagian-.-

    aku share ya, tapi judulnya dirubah, biar pada tertarik baca. kalo shinee onew kan temenku pada gak tau-.- maaf thor~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s