About Life as We Want It.

okeh, lanjut …

so, ada satu pertanyaan yang selama ini ada di dalam kepalaku. That is, how do you figure out the hell and heaven?

Aku sering denger orang bilang, waktu lagi di bus dalam sebuah perjalanan entah ke mana *kapan naik busnya juga aku uda lupa* ada orang bilang, “hidup ini seperti neraka, .. aku stress menjalaninya.” >> yang kemudian aku komentari *dalam hati aja sih, nggak berani keras-keras* dengan, “Preeettt..”

lalu ada lagi yang pernah bilang, “aku nggak pernah seperti ini, rasanya seperti di surga.” and I was like, .. ‘surga itu bila Choi Minho ends up to be my boyfriend,’ aku jadi bertanya-tanya, kalo ekspresi seperti itu bisa mereka analogikan dengan surga dan neraka, so what are they on me?

waktu aku masih muda dulu, ehem, .. jadi, kuulangi, saat aku masih muda dulu, i kept thinking that junior high was a ‘hell’. yes. I was invisible. sepertinya sayah nggak jauh beda sama anak” SMP jaman sekarang, hanya saja dulu jaman aku SMP hape masih jarang, jadi belum ada sms alay, yang sangat naif dan lagi seru”nya jatuh cinta sama Backstreetboys dan Aaron Carter, kalo anak jaman sekarang idolanya Kim Bum.

I can say that I was such a loser on junior high, dengan tubuh gendut, cebol dan tampang Betty La Fea kalo kalian ingat telenovela jaman jahiliyah dulu itu. Itukah neraka?

Hell > a term we said when we think things don’t go as magnificent as they’re supposed to, .. or as we need them?

Atau kejadian lain, ketika suatu hari di pagi hari begitu bangun tidur aku menyadari bahwa 2 tahun yang pernah kujalani dengan seseorang is a waste, then the time right to over it bisa dibilang sebagai ‘heaven’?

oke, this is what I think..

Neraka buat aku adalah memori. Horrible things I did in the past, nightmares, fights and curses, ketika aku menyesalinya, sangat menyesalinya, dan memori itu masih tertinggal di dalam kepala, menempel seperti lem tikus dan nggak bisa hilang sekeras apapun aku berusaha untuk melupakannya, itulah neraka. memori itulah hukuman terberatku karena nggak bersikap seperti anak baik waktu aku masih muda dulu, .. ehem…

Sementara surga, buat aku adalah proses pendewasaan yang sedang sayah jalani sekarang. Aku bisa nangis kalo inget kata” ibuku ketika bilang, “kamu semakin dewasa sekarang,” .. kata” yang diucapkan pada anak perempuannya yang selalu beliau bilang ‘nggak pernah dewasa’ karena badanku nggak pernah tumbuh tinggi lagi sejak tahun 2005 *ini mulai main fisik*.

Surga itu, adalah lingkungan di mana aku berada. Aku tumbuh di dalamnya, sayah berdoa, berikhtiar *sambil nonton drama korea*, dan bersahabat. Surga itulah yang aku nikmati saat ini =D

p.s.

seperti biasa, aku selalu nulis hal-hal nggak jelas.

meskipun begitu, seperti today’s quote “We, not the text, are the makers of the meaning we understand.”

jadi, silakan dimengerti sesuai dengan interpretasi kalian sendiri ya, hehehehe..

ciao.

xoxo

2 comments

  1. kenapa jadi pake huruf H di belakang saya gitu, toy? hehehe.. anyway, theme ini mirip sama theme yang aku pake buat blog satu lagi… Kenapa pula itu si Key appa ditaro di situ? hehehehe distoy… distoy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s